Polisi Tangkap 3 Pelaku Penipuan Penjualan Tiket Coldplay, Dua Orang Ibu dan Anak

Pelaku penipuan tiket Coldplay ditangkap. | Ist
Pelaku penipuan tiket Coldplay ditangkap. | Ist

FORUM KEADILAN – Polisi menangkap tiga pelaku penipuan penjualan tiket Coldplay. Dua antaranya merupakan ibu dan anak, yakni NW (47) dan PAS (19) warga Jalan Ikan Piranha Blok I Nomor 28 RT 4 RW 3, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing.

Sementara satu pelaku lainnya adalah kekasih dari PAS berinisial GYP (21) warga RT 1 RW 1 Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan, aksi penipuan penjualan tiket Coldplay terbongkar berawal dari adanya laporan satu awak media warga Tigakarsa, Kabupaten Tangerang ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Bareskrim Mabes Polri dan diketahui ternyata terduga pelaku memiliki Kartu Identitas Penduduk (KTP) di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

“Saat itu kami langsung menghubungkan yang bersangkutan dengan Kapolsek Blimbing. Sehingga penyidik dari Polsek Blimbing berkoordinasi dengan Dittipidsiber (Direktorat Tindak Pidana Siber) Bareskrim Polri,” ucap Budi Hermanto usai melakukan rilis di Mapolresta Malang Kota, Senin, 29/5/2023, sore.

Hasilnya, kepolisian dari Polsek Blimbing dan Polresta Malang Kota berhasil menangkap tiga orang terduga pelaku penipuan penjualan tiket dan penadah atau yang menikmati hasil penipuan.

Sementara itu, Kapolsek Blimbing Kompol Danang Yudanto mengatakan, pasca adanya laporan di Bareskrim Mabes Polri dan diketahui terduga pelaku berdomisili di Kecamatan Blimbing, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dari sana diketahui pelaku ternyata sudah tidak lagi tinggal di Kecamatan Blimbing, sebagaimana identitas yang awalnya didapat.

“Saat kita lakukan pantauan dari lokasi KTP, tapi tidak kita temui tersangka.Ternyata yang bersangkutan sudah lama meninggalkan Kota Malang dan tinggal di Kota Probolinggo,” ujar Danang Yudanto.

Timnya kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan alamat domisili pelaku utama yang berinisial PAS (19). Ia berhasil diamankan pada sebuah rumah di Kota Probolinggo pada Jumat, 26/5/2023, sekitar pukul 23.00 WIB.

“PAS ini adalah pelaku utama, kemudian GY dan NW adalah pelaku pertolongan jahat. Tersangka ini yang satu keluarga adalah ibu dan anak (berinisial NW ibunya dan PAS anaknya), sementara yang satu (pelaku berinisial GY) adalah pacar dari tersangka,” terangnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, diketahui sudah ada 19 korban yang menjadi objek penipuan PAS dan ibunya NW. Seluruh korban mengalami kerugian antara Rp2,5 juta hingga Rp9 juta.*