AKBP Bambang Kayun Segera Disidang di PN Jakpus terkait Kasus Suap Rp57,1 Miliar

AKBP Bambang Kayun
AKBP Bambang Kayun mengenakan rompi tahanan KPK. | ist

FORUM KEADILAN – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan hingga surat dakwaan AKBP Bambang Kayun ke pengadilan. Bambang Kayun akan segera menjalani sidang perdananya di Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, tim jaksa telah siap untuk membacakan surat dakwaan untuk terdakwa Bambang Kayun. Ali menyebut, Bambang Kayun bakal didakwa atas dugaan penerimaan suap sebesar Rp57,1 miliar.

Bacaan Lainnya

“Tim Jaksa KPK mendakwa dengan pasal penerimaan suap senilai Rp57,1 miliar,” kata Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa, 16/5/2023.

KPK, kata Ali, masih menunggu agenda sidang perdana dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Jakpus. Sidang perdana beragendakan pembacaan surat dakwaan untuk terdakwa AKBP Bambang Kayun.

“Tim jaksa menunggu penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan oknum Perwira Polisi AKBP Bambang Kayun (BK) sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi pengurusan perkara. Bambang Kayun diduga menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp56 miliar hingga mobil mewah.

Bambang Kayun disinyalir menerima suap sebesar Rp6 miliar ditambah satu unit mobil mewah dari tersangka Polri, Emilya Said (ES) dan Herwansyah (HW) secara bertahap. Emilya dan Herwansyah merupakan pasangan suami istri yang sedang berperkara di Polri.

Suap tersebut berkaitan dengan pemalsuan surat dalam perkara perebutan hak ahli waris PT Aria Citra Mulia (PT ACM). Atas ulahnya Bambang Kayun, pasangan suami istri tersebut berhasil kabur ke luar negeri. Pihak kepolisian hingga kini masih memburu pasutri tersebut.

Dalam perkara ini, Bambang menerima kisaran Rp5 miliar pada tahun 2016. Uang itu diberikan karena Bambang telah membantu memberikan saran terkait gugatan praperadilan yang diajukan Emilya dan Herwansyah ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kemudian, Bambang Kayun disinyalir juga menerima satu unit mobil mewah yang model dan jenisnya ditentukan sendiri. Tak hanya itu, Bambang juga menerima Rp1 miliar untuk membantu pengurusan perkara Emilya dan Herwansyah.

Atas perbuatannya, Bambang Kayun disangkakan Pasal 12 huruf (a) atau (b) atau Pasal 11 dan 12B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.*