Eks Rektor Unila Karomani Dituntut 12 Tahun Penjara

Mantan Rektor Universitas Lampung Karomani saat hendak menjalani sidang dakwaan Selasa, 10/1/2023.| ist
Mantan Rektor Unila Karomani saat hendak menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa, 10/1/2023. | ist

FORUM KEADILAN – Mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Karomani dituntut 12 tahun penjara atas perkara suap Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan tuntutannya dalam sidang lanjutan terdakwa Karomani dengan agenda pembacaan tuntutan, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 27/4/2023.

Bacaan Lainnya

“Meminta kepada majelis hakim PN Tanjungkarang menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah melakukan beberapa tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata JPU KPK Widya Hari Sutanto.

Lantas, JPU menjelaskan, hal itu sebagaimana tertuang dalam Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11, atau Pasal 12 B, Undang-undang Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan Tindal Pidana Korupsi.

Setelah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

“Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Karomani dengan kurungan penjara 12 tahun kurungan, dengan dikurangi masa tahanan dan denda 500 juta subsider 6 bulan kurungan penjara,” paparnya.

Selain itu, Karomani juga mesti membayar uang pengganti sebesar Rp10 miliar lebih dan 10 ribu dolar Singapura.

“Jika dalam satu bulan tidak terbayar, maka harta benda akan disita untuk menutupi uang pengganti, apabila masih tidak mencukupi maka akan dipenjara selama 3 tahun,” lanjut JPU.

Sementara itu, menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa Karomani menyampaikan akan mengajukan pledoi. “Kami akan mengajukan pledoi yang mulia,” katanya.

Sebelumnya, KPK menangkap Rektor Unila Prof Karomani terkait kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unila tahun 2022, pada Jumat, 19/8/2022.

Karomani ditangkap di Bandung bersama ajudannya Adi Triwibowo, Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung Budi Sutomo, serta Ketua Senat Universitas Lampung Muhammad Basri. Selain itu, KPK juga menangkap pihak diduga pemberi suap, Andi Desfiandi, di Bali.

Perkara suap PMB Unila jalur mandiri tahun 2022 ini melibatkan tiga terdakwa yakni mantan Rektor Unila Prof Karomani, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila nonaktif Prof Heryandi, dan Ketua Senat Unila nonaktif Muhammad Basri.

Untuk terdakwa pemberi suap dari pihak swasta yakni Andi Desfiandi telah divonis 1 tahun 4 bulan pada 19 Januari 2023 lalu. *