Penanaman Ratusan Pohon di Monas, Anggota DPRD DKI: Sejarah itu Menjadi Hilang

Delman
Wisatawan menaiki delman di kawasan Monas. | ist

FORUM KEADILAN – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-Perjuangan Gilbert Simanjuntak  buka suara soal revitalisasi Monas.

Diketahui, revitalisasi Monas tahap pertama akan dilakukan dengan penanaman sejumlah pohon.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya pada era Gubernur Anies Baswedan, revitalisasi Monas dilakukan dengan menebang sejumlah pohon.

Gilbert menyebut penanaman sejumlah pohon di kawasan Monas itu tak dapat mengembalikan riwayat sejarah tanaman yang sebelumnya sudah ditebang.

Lebih lanjut, ia menyebut pohon yang ditebang sebelumnya memiliki simbol persahabatan negara.

“Pohon itu simbol persahabatan kepala negara dari era Bung Karno. Meski sekarang ditanami ulang, tapi sejarah itu menjadi hilang,” ungkap Gilbert pada Kamis, 13/4/2023.

Selain itu, ia menyebut butuh waktu untuk menjadikan pohon yang ditanami itu seperti sedia kala.

“Memang pekerjaan Anies (menebang pohon) ini tidak jelas konsepnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas).

Tahap pertama revitalisasi akan menelan dana sekitar Rp100 miliar.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah menggelar pertemuan bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Balai Kota Jakarta.

“Pagi hari ini kita membahas untuk kesekian kalinya, menyamakan persepsi konsep Monas ke depan. Intinya, konsep ini adalah menambah hijau, mulai dari yang awalnya 50 persen menjadi 64 persen,” ujar Heru pada Selasa, 11/4/2023.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Afan Adriansyah juga menjelaskan lokasi penambahan area hijau dalam kawasan empat sisi silang Monas, parkir IRTI, dan Lenggang Jakarta.

Terkait dengan penghijauan, nantinya ada sekitar 300 pohon yang akan ditanam.*