Tim Kuasa Hukum Brigadir J Bersyukur Hukuman Ferdy Sambo Tak Diringankan

Ferdy Sambo
Ferdy Sambo di sidang lanjutan kasus Brigadir Joshua Hutabarat. | ist

FORUM KEADILAN – Tim kuasa hukum dari Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, mengaku bersyukur hukuman Ferdy Sambo, tidak diringankan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dalam sidang banding, yang digelar pada Rabu, 12/4/2023.

Usai sidang selesai digelar, anggota tim kuasa hukum yakni, Yohanes Rahardjo, mengaku lega dan bersyukur atas keputusan majelis hakim.

Bacaan Lainnya

“Ini keputusan yang berkeadilan, ini semua berkat doa dari keluarga Joshua, kami puas mendengar keputusan hakim, yang memutuskan Sambo tetap dihukum mati,” katanya.

“Dikatakan tadi, menguatkan putusan dari PN Jaksel, berarti vonisnya ini sama, hukuman mati,” ujarnya.

Dalam sidang juga dijelaskan bahwa majelis hakim tidak menemukan alasan-alasan yang cocok untuk dilakukannya banding.

“Kontruksi pembelaan yang dilakukan oleh terdakwa dan kuasa hukumnya tidak berfokus pada dakwaannya, dan unsur-unsur mematahkan putusan hakim ditingkat pertama,” tandasnya.

Banding Ferdy Sambo ditolak

Sebelumnya, tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Ferdy Sambo, menjalani pembacaan putusan banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam sidang ini, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan,”Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 13 Februari 2023 Nomor 796/Pid.B/2022/PN JKT.SEL yang dimintakan banding tersebut,” katanya, Rabu, 12/4/2023.

Selain itu, Majelis juga menyampaikan, “Menetapkan terdakwa untuk tetapĀ dalam tahanan,” lanjutnya.

Sidang banding ini diputuskan oleh majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Singgih Budi Prakoso dengan hakim anggota Ewit Soetriadi, Mulyanto, Abdul Fattah, dan Tony Pribadi.

Pemutusan sidang banding ini ditetapkan berdasarkan bukti yang menunjukan jika Ferdy Sambo benar adanya melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua Hutabarat. *

 

LaporanĀ Novia Suhari