PM Selandia Baru Jacinda Ardern Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. | AP

FORUM KEADILAN – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern tidak akan mencalonkan diri kembali dan berencana turun dari jabatannya selambatnya pada awal Februari.

Ardern menyatakan hal itu dalam siaran satu saluran televisi.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, pemilihan umum Selandia Baru akan diadakan pada 14 Oktober mendatang.

“Musim panas ini, saya berharap menemukan cara untuk mempersiapkan tidak hanya untuk tahun selanjutnya, tetapi masa berikutnya karena itulah yang diperlukan tahun ini,” ungkap Ardern yang terlihat emosional.

“Tetapi saya tidak dapat melakukannya,” ujarnya.

Masa jabatan Ardern sebagai perdana menteri Selandia Baru akan berakhir pada 7 Februari 2023.

Ardern mengatakan, ia percaya Partai Buruh Selandia Baru akan memenangkan pemilu mendatang. Dia juga mengatakan pemilihan ketua partai yang baru akan diadakan pada Minggu ini, 22/1/2023.

Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Grant Robertson, yang juga memegang jabatan menteri keuangan mengatakan melalui pernyataan resmi bahwa ia tidak akan mencalonkan diri sebagai ketua Partai Buruh yang baru.

Ardern menjadi kepala pemerintahan wanita termuda di dunia ketika dia terpilih sebagai perdana menteri pada 2017 di usia 37 tahun. Dia telah memimpin Selandia Baru melewati pandemi Covid-19, dan peristiwa besar lainnya termasuk serangan teror di dua masjid di Christchurch, dan erupsi vulkanik di White Island.

“Saya harap saya meninggalkan warga Selandia Baru dengan keyakinan bahwa Anda bisa menjadi baik tetapi kuat, berempati tetapi tegas, optimis tetapi fokus.  Dan bahwa Anda bisa menjadi pemimpin bagi diri Anda sendiri, yang tahu kapan waktunya untuk pergi,” kata Ardern.

Ardern mengatakan tidak ada skandal rahasia di balik pengunduran dirinya. Pengunduran dirinya murni karena keputusan pribadi.

Ardern mengatakan, keputusan ini mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya.

“Saya pergi karena dengan pekerjaan istimewa seperti ini ada tanggung jawab besar. Tanggung jawab untuk mengetahui kapan Anda adalah orang yang tepat untuk memimpin, dan juga kapan Anda tidak. Saya tahu kapan saya memiliki cukup sisa energi untuk melakukannya dengan adil,” ujar Ardern.

Pasangan Ardern, Clarke Gayford, menemaninya selama konferensi pers. Dalam pidatonya, Ardern mengatakan, dia tidak sabar untuk mengantarkan anaknya, Neve pergi ke sekolah.

“Untuk Neve, ibu sangat menantikan untuk berada di sana saat kamu mulai sekolah tahun depan. Dan untuk Clarke, mari kita menikah,” ujar Ardern sambil tersenyum.

Ardern mengatakan, kaukus partai terkejut dengan pengunduran dirinya. Namun mereka bisa memahami keputusannya. Ardern mengatakan, dia tidak menyesali keputusan ini.*