Cina Paling Banyak Ajukan Sertifikasi Halal

Direktur Utama LPPOM MUI Muti Arintawati
Direktur Utama LPPOM MUI Muti Arintawati. | Ist

FORUM KEADILAN – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menyebut negara yang paling banyak mengajukan sertifikasi halal adalah negara Cina.

“Kami sudah melayani lebih dari 65 negara. Hampir seluruh penjuru dunia pernah kami kunjungi dalam rangka proses sertifikasi halal. Yang paling tinggi dari luar negeri adalah klien dari Cina,” ujar Direktur Utama LPPOM MUI Muti Arintawati kepada wartawan di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa,  17/1/2023.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, mayoritas produk usaha di Cina yang didaftarkan untuk disertifikasi adalah produk bahan baku. Muti menjelaskan, produsen di Indonesia memang banyak yang menggunakan bahan baku dari importir Cina.

“Banyaknya dari Cina itu bahan baku, bukan produk yang siap konsumsi. Indonesia memang bahan baku banyak dari Cina,” jelas Muti.

Dia menyebutkan bahwa hal itu wajar terjadi karena bahan baku dari Cina tergolong lebih murah dibanding dari negara lainnya sehingga banyak produk industri di Indonesia yang bahan bakunya dari Cina.

Karena itu, kata dia, produsen bahan baku atau importir Cina merasa penting memiliki sertifikat halal sehingga mendaftarkan produknya untuk disertifikasi.

“Karena di Indonesia ada persyaratan bahan-bahan tertentu harus bersertifikatkan halal untuk bisa diterima oleh pengguna disini. Kemudian perusahaan atau importirnya itu kan jadi merasa penting punya sertifikat halal itu, dengan otomatis mendorong,” katanya.

Muti mengatakan hal tersebut merupakan hal yang baik. Sebab, hal itu akan mempermudah produsen Indonesia yang menggunakan bahan baku itu, ketika mendaftarkan sertifikasi halalnya sendiri.

“Ya jadi industri di sini yang pakai bahan dari Cina misalnya, atau dari negara lain yang sudah bersertifikat halal ya jadi lebih mudah. Justru dari hulunya yang harus didahulukan,” ucap Muti.

“Sehingga kalau itu diselesaikan dulu, dari segi penahapan akan lebih mudah ke hilirnya,” tambahnya.

Selain, di Indonesia, Muti menyebutkan, LPPOM MUI memiliki kantor perwakilan di luar negeri. Hal tersebut guna mempermudah klien luar negeri yang ingin mendaftarkan sertifikasi halal untuk produknya.

“Kita ada empat kantor perwakilan di luar negeri. Ada di Cina, di Korea ada dua, dan di Taiwan,” jelasnya.*