Gempa Tanimbar, 223 Rumah-Kantor Bupati Hingga Gereja Rusak Berat

RUMAH rusak di Tanimbar Selatan, Maluku akibat gempa M 7,5, Selasa, 20/1/2023 dini hari. | Dok BNPB

FORUM KEADILAN – Gempa magnitudo (M) 7,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Selasa, 10/1/2023 lalu, mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah warga, kantor pemerintahan, sekolah, hingga rumah ibadah.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu, 11/1/2023 pukul 19.00 WIB, tercatat, kerusakan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan rincian 203 unit rumah rusak ringan, 5 unit rumah rusak sedang, 15 unit rumah rusak berat, serta kerusakan di lantai 3 Kantor Bupati dan Tribun Lapangan Mandriak, dan sebanyak 7 gereja rusak berat.

Bacaan Lainnya

Sementara, data kerusakan rumah warga di Kabupaten Maluku Barat Daya meliputi 87 unit rusak ringan, 32 unit rusak sedang, 22 unit rusak berat serta 7 gereja rusak berat.

Selain itu, kerusakan fasilitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar masing-masing satu unit sekolah menengah atas negeri, dan sekolah menengah pertama Kristen.

“Guncangan gempa turut merusak fasilitas kesehatan meliputi satu unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 5 unit puskesmas dalam kondisi rusak berat, serta 3 unit fasilitas kesehatan militer,” kata Abdul Muhari, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dilansir dari laman bnpb.go.id.

Pemerintah Provinsi Maluku disebut telah menyalurkan bantuan logistik untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berupa beras, tikar, selimut, family kit, tenda gunung, dan perlengkapan kebutuhan anak.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi terdampak gempa. Suharyanto telah tiba di Bandara Internasional Pattimura, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis, 12/1/2023, pukul 07.00 waktu setempat.

Kedatangan Kepala BNPB untuk memastikan upaya penanganan berjalan optimal pasca gempa. Suharyanto dijadwalkan akan memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Maluku di VIP Bandara Internasional Pattimura pada pukul 08.30 WIT.

Kemudian Suharyanto beserta rombongan akan bertolak ke Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggunakan transportasi udara untuk mengunjungi lokasi terdampak gempabumi.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Maluku melalui Surat Keputusan No 86 Tahun 2023 dan Bupati Kepulauan Tanimbar melalui Surat Keputusan Nomor 361/10 Tahun 2023, telah menetapkan status tanggal darurat selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 10 hingga 24 Januari 2023.*