Mengenal Vaksin Rabies, Tujuan dan Prosedur Pemberiannya

Vaksin rabies
Ilustrasi vaksin rabies. | ist

FORUM KEADILANVaksin rabies untuk manusia kosong di sejumlah fasilitas kesehatan. Penelusuran FORUM, setidaknya tiga fasilitas kesehatan di Jakarta kehabisan stok vaksin rabies sejak tiga bulan lalu. Padahal, vaksin ini penting untuk mencegah penyakit rabies.

Dilansir dari sejumlah sumber, vaksin ini mampu membuat tubuh memproduksi perlindungan sendiri atau antibodi terhadap virus rabies. Vaksin rabies dapat digunakan sebelum atau beberapa saat sesudah terpapar dengan virus ini, seperti setelah digigit anjing atau kelelawar yang terinfeksi.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Sulitnya Mencari Vaksin Rabies untuk Manusia, Stok Kosong di Sejumlah Daerah

Rabies sendiri merupakan salah satu penyakit yang mengkhawatirkan di Indonesia. Dilansir dari artikel Alodokter, data tahun 2020 menunjukkan ada 26 dari 34 provinsi di Indonesia yang belum terbebas dari rabies.

Rabies atau yang biasa dikenal penyakit anjing gila merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini berbahaya karena menyebabkan kematian jika terlambat ditangani.

Virus ini ditularkan ke manusia dari anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Hewan lain yang dapat menularkan virus rabies ke manusia adalah kera, kucing, kelinci, dan musang.

Tujuan pemberian vaksin rabies, yaitu emberikan perlindungan pada seseorang yang berisiko tinggi terpapar rabies. Kemudian, mencegah rabies jika diberikan pada seseorang yang terpapar. Selain itu, vaksinasi ini dapat memberikan perlindungan ke area yang angka penyakit rabies masih tinggi.

Pemberian vaksin kepada manusia diperlukan pada seseorang yang berisiko alami penyakit ini, seperti yang memiliki hewan peliharaan atau bekerja di sekitar hewan.

Vaksin rabies biasanya disuntikkan ke dalam kulit atau otot. Pada anak-anak disuntik di bagian otot paha, dan pada orang dewasa di otot lengan atas.

Apabila vaksin diberikan setelah terpapar, maka pemberian vaksin biasanya bersamaan dengan pemberian imunoglobulin rabies.

Baca juga: Stok Vaksin Rabies untuk Manusia di Sejumlah Faskes Kosong Sejak 3 Bulan Lalu

Disarankan untuk mendapatkan vaksin ini paling tidak 1 bulan sebelum melakukan perjalanan ke area yang rentan rabies.

Jika pemberian vaksin dilakukan untuk mengatasi infeksi rabies setelah terkena gigitan atau cakaran binatang, segera bersihkan luka dengan sabun dan air yang mengalir. Setelah itu, luka dibersihkan dengan alkohol dan tutup dengan perban. Setelah itu, barulah dokter memberikan vaksin rabies.

Gejala rabies biasanya muncul dalam waktu 30-90 hari setelah terinfeksi. Adapun gejalanya yaitu demam, kesemutan pada luka gigitan dan sakit kepala. Gejala yang dapat dialami selanjutnya yakni kram otot, sesak napas dan halusinasi. Gejala lanjutan ini menandai kondisi semakin memburuk.

Penyuntikan vaksin rabies bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik tertentu. Pastikan untuk memilih tempat yang sudah mendapatkan sertifikasi dengan ahli medis yang berpengalaman di bidangnya.*