Profil AKBP Bambang Kayun dan Perjalanan Kasusnya

AKBP Bambang Kayun
AKBP Bambang Kayun mengenakan rompi tahanan KPK. | ist

FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Kayun sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi pemalsuan surat perebutan hak ahli waris PT Aria Citra Mulia (ACM).

Bambang Kayun Bagus Panji Sugihanto merupakan seorang anggota kepolisian yang lahir pada 30 Mei 1970 di Grobogan, Jawa Tengah. Menurut sejumlah sumber, alamat Bambang Kayun terakhir ada di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Bacaan Lainnya

Dia menyelesaikan Pendidikan SMP dan SMA di Demak, Jawa Tengah. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada 1993.

Sebelum meraih pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Bambang Kayun tercatat beberapa kali pindah tempat. Beberapa jabatan strategis pernah diemban selama masa tugasnya di institusi kepolisian.

Dikutip dari sejumlah sumber, Bambang Kayun sempat duduk di kursi Kasubbag SKK Bagjianbang Sempim Lemdiklat Polri. Selain itu, dia pernah menjabat sebagai Kasubditklas Ditpamobvit Polda Kalimantan Selatan.

Kemudian, pada tahun 2008, Bambang Kayun tercatat pernah bertugas sebagai Kasat Serse di Polresta Pontianak. Di provinsi yang sama, dia pernah menduduki jabatan sebagai Kanit Resintel Polsek Tanjung Priok dan Kasat I Dit Reskrim Polda Kalbar.

Mulai 2013 hingga 2019, Bambang menjabat Kasubag Penerapan Pidana dan HAM Bagian Penerapan Hukum Biro Bantuan Hukum Divisi Hukum Polri.

Karier Bambang Kayun sendiri disebut tak terlalu mulus seperti rekan seangkatan Akpol lainnya. Pasalnya, ia belum pernah sekalipun menjadi Kapolres. Di sisi lain, Bambang Kayun akan segera berada di masa purna tugasnya di usia 58 tahun.

Padahal rekan seangkatannya memiliki karier yang cukup cemerlang, salah satunya adalah Irjen Teddy Minahasa yang sempat menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat (Sumbar). Ia bahkan sempat ditunjuk sebagai Kapolda Jatim meski pada akhirnya jabatan tersebut dicopot karena tersandung kasus narkoba.

Baca juga: AKBP Bambang Kayun Tersangka Suap-Gratifikasi, Diduga Terima Rp50 Miliar

Perjalanan kasus AKBP Bambang Kayun:

KPK telah menetapkan anggota Polri AKBP Bambang Kayun dalam kasus suap dan gratifikasi pemalsuan surat terkait perebutan hak ahli waris PT Aria Citra Mulia, pada 23/11/2022, lalu. Kasus itu terungkap berawal dari laporan dari masyarakat.

“Berawal dari adanya laporan pengaduan masyarakat ke KPK,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri lewat keterangan tertulis, Kamis, 24 November lalu.

Kasus itu merupakan limpahan dari Mabes Polri yang kemudian berkoordinasi dengan KPK. Alasan pelimpahan sendiri dilakukan demi transparansi.

Di tengah penyelidikan KPK, AKBP Bambang Kayun Bagus sempat mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan karena tak terima atas penetapan tersangka oleh KPK.

Permohonan Praperadilan diajukan pada Senin, 21/11/2022, dan telah terregister dengan nomor perkara: 108/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL. Sidang perdana akan berlangsung pada Senin, 5/12/2022.

Akan tetapi hakim tunggal PN Jakarta Selatan Agung Sutomo Thoba menolak guugatan Bambang Kayun.

“Menyatakan praperadilan pemohon tidak dapat diterima,” ucap Agung dalam pembacaan amar putusan di PN Jakarta Selatan, Selasa, 13 Desember.

Hakim menilai KPK telah melakukan pengusutan dugaan suap dan gratifikasi Bambang Kayun sesuai prosedur yang berlaku, sehingga penetapan KPK adalah sah.

Terkini, KPK telah menetapkan AKBP Bambang Kayun sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi pemalsuan surat perebutan hak ahli waris PT ACM. Bambang Kayun diduga menerima aliran dana hingga Rp50 miliar.

“Tersangka BK menerima uang secara bertahap yang diduga sebagai gratifikasi dan berhubungan dengan jabatannya dari berbagai pihak yang jumlahnya sekitar Rp50 miliar,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 3/1/2023.*