Cukai Naik 10%, Berikut Daftar Harga Rokok per 1 Januari 2023

Cukai rokok
CUKAI rokok naik 10% per 1 Januari 2023.| ist

FORUM KEADILANCukai rokok atau hasil tembakau naik sebesar 10% mulai hari ini, Minggu, 1/1/2023. Pemerintah juga menaikkan cukai rokok elektrik yaitu rata-rata 15%, dan 6% untuk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

Adapun ketentuan harga jual eceran dan tarif cukai per batang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191/PMK.010/2022 tentang Perubahan Kedua atas PMK 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) berupa sigaret, cerutu, rokok daun atau klobot, dan tembakau iris.

Penetapan kebijakan cukai rokok mempertimbangkan empat aspek penting. Pertama, pengendalian konsumsi yang memiliki kaitan dengan kesehatan. Pengenaan cukai memiliki tujuan sebagai pengendalian konsumsi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Cukai.

Kebijakan ini menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penurunan prevelansi merokok, khususnya usia 10-18 tahun yang ditargetkan menjadi 8,7 persen di 2024.

Pengenaan cukai juga ditunjukkan untuk menurunkan konsumsi rokok di kelompok masyarakat miskin, yang mencapai 11,6 hingga 12,2 persen dari pengeluaran rumah tangga.

Kemudian aspek kedua, yaitu aspek produksi yang berkaitan dengan keberlangsungan tenaga kerja. Kebijakan cukai pun mempertimbangkan dampak terhadap petani tembakau, pekerja, serta industri hasil tembakau secara keseluruhan.

Selanjutnya, aspek ketiga terkait penerimaan negara. Kebijakan cukai mendukung program pembangunan nasional melalui penerimaan negara.

Aspek keempat terkait pengawasan barang kena cukai (BKC) ilegal. Semakin tinggi cukai rokok, maka akan semakin tinggi kemungkinan beredar rokok ilegal yang saat ini mencapai 5,5 persen.

Berikut daftar harga rokok terbaru per batang atau eceran berlaku 1 Januari 2023:

1. Sigaret Kretek Mesin (SKM)
Harga jual eceran paling rendah Rp2.055 per batang (Golongan I)
Harga jual eceran paling rendah Rp1.255 per batang (Golongan II)

2. Sigaret Putih Mesin (SPM)
Harga jual eceran paling rendah Rp2.165 per batang (Golongan I)
Harga jual eceran paling rendah Rp1.295 per batang (Golongan II)

3. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau SPT
Harga jual eceran paling rendah Rp1.250 – 1.800 per batang (Golongan I)
Harga jual eceran paling rendah Rp720 (Golongan II)
Harga jual eceran paling rendah Rp605 (Golongan III)

4. Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)
Harga jual eceran paling rendah Rp2.055 per batang

5. Sigaret Kelembak Kemenyan (KLM)
Harga jual eceran paling rendah Rp860 (Golongan I)
Harga jual eceran paling rendah Rp200 (Golongan II)

6. Jenis Tembakau Iris (TIS)
Harga jual paling rendah Rp55-180 atau tetap

7. Jenis Rokok Daun atau Klobot (KLB)
Harga jual paling rendah Rp290

8. Jenis Cerutu (CRT)
Harga jual paling rendah Rp495 sampai Rp5.500 atau tidak mengalami perubahan.*