Napi Terorisme Asal Sultra Bebas Murni dari Lapas Metro Lampung

Napi terorisme
NAPI terorisme Muhammad Fajar (kemeja hitam dan bertopi) bebas murni dari Lapas Metro, Lampung, Senin, 19/12/2022.| dokumentasi Lapas Metro

FORUM KEADILAN – Narapidana (napi) terorisme bernama Muhammad Fajar (45) bebas murni dari Lapas Kelas IIA Metro, Lampung, pada Senin, 19/12/2022. Napi asal Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu dibebaskan setelah menjalani hukuman selama 3 tahun, dan telah melakukan ikrar setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Lapas Kelas IIA Metro Muchamad Mulyana menerangkan, Muhammad Fajar Bin Laode Guru Tua bebas berdasarkan Surat Lepas Nomor W9.PAS.PAS5.PK 01.01.02-214 tertanggal 19 Desember 2022, dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia kantor Wilayah (Kanwil) Lampung, Lapas Kelas IIA Kota Metro.

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan (Muhammad Fajar) kami terima dari Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Provinsi Jawa Barat tertanggal 4 Oktober 2022. Kurang lebih sudah hampir 3 bulan di sini,” ungkap Mulyana.

Adapun proses pembebasan, dimulai pukul 05.00 WIB, napi Muhammad Fajar dibawa dari kamar hunian ke ruang registrasi untuk penyelesaian administrasi pembebasan. Kemudian, napi diberi pengarahan terkait dengan pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Lantas, pukul 05.25 WIB, napi dibawa ke area P2U Lapas guna dilakukan penggeledahan fisik, dan tepat pukul 05.30 WIB, napi dibebaskan dari Lapas Metro dengan dikawal Tim dari anggota Densus 88 Antiteror dan Polres Metro, dan TNI Kodim 0411/KM. Napi diantar ke Bandara Radin Inten II, untuk diterbangkan ke kampung halamannya, di Kelurahan Watonea, Kecamatan Kota Batu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

“Pelaksanaan pembebasan narapidana terorisme bernama Muhammad Fajar Bin Laode Guru Tua telah dilaksanakan dengan aman dan lancar,” ungkap Kalapas.

Melansir situs resmi Mahkamah Agung Republik Indonesia, Napi terorisme Muhammad Fajar diduga merupakan jaringan Daulah Islamiyah. Dia ditetapkan bersalah berdasarkan amar putusan PN Jakarta Barat nomor: 1630/ Pid.sus/ 2020/ PN Jkt.Brt tertanggal 15 April 2021.

Muhammad Fajar ditangkap pada Desember 2020 lalu. Setelah proses panjang pemeriksaan serta peradilan, dia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana terorisme.

Muhammad Fajar AP Alias La Kojo tersebut dipidana selama 3 tahun 6 bulan. Sejumlah barang bukti miliknya pun dirampas negara untuk dimusnahkan. Barang bukti yang diamankan antara lain sepucuk senjata laras panjang, sepucuk senjata api rakitan laras pendek jenis FN dan satu unit telepon genggam Vivo warna hitam. *