Mohon Doanya, Mantan Wapres Try Sutrisno Dirawat

MANTAN Ketua MK Jimly Asshiddiqie membesuk Try Sutrisno | twitter Jimly Asshiddiqie

FORUM KEADILAN – Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno tengah sakit. Saat ini, mantan Panglima ABRI tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono sudah membesuk Try Sutrisno. Hal itu diketahui dari postingan keduanya di media soial.

Bacaan Lainnya

Hendro dan Jimly mengunggah foto yang menunjukkan Try Sutrisno tengah berbaring di tempat tidur rumah sakit.

Menurut Jimly, saat dia menjenguk wapres era Presiden Soeharto itu kondisinya mulai membaik. Karena itu, dalam waktu dekat kemungkinan mertua mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tersebut sudah boleh pulang.

“Kayaknya tidak lama lagi sudah boleh pulang karena waktu ketemu kesehatannya sudah baik,” kata Jimly.

”Banyak memberi petuah dengan sukacita bersama bu Try. Kita doakan beliau terus sehat, petuah-petuahnya untuk bangsa & negara selalu dibutuhkan,” lanjut Jimly.

Dilansir Wikipedia, Jenderal TNI (Purn) H Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur. Try merupakan Wakil Presiden Indonesia ke-6 periode 1993-1998. Sebelum diangkat sebagai wakil presiden, Try menjabat Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Ayah Try, Subandi, merupakan sopir ambulans. Sementara ibunya, Mardiyah, seorang ibu rumah tangga. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Belanda kembali untuk mengklaim kembali Indonesia sebagai koloni mereka.

Try Sutrisno dan keluarganya pindah dari Surabaya ke Mojokerto. Ayahnya bekerja sebagai petugas medis untuk Batalyon Angkatan Darat Poncowati, sementara Try Sutrisno terpaksa berhenti sekolah dan mencari nafkah sebagai penjual rokok dan penjual koran.

Setelah lulus SMA, Try Sutrisno mendaftar masuk Atekad (Akademi Teknik Angkatan Darat). Dia lulus dalam ujian masuk, namun gagal dalam pemeriksaan fisik. Meskipun demikian, Mayor Jenderal GPH Djatikusumo tertarik dengan Try dan memanggilnya kembali. Try Sutrisno ikut dalam pemeriksaan psikologis di Bandung, Jawa Barat, dan akhirnya diterima di Atekad. Sejak itu lah karier militernya dimulai.

Pada 5 Februari 1961, Try Sutrisno mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi pujaan hatinya yaitu seorang guru kelahiran Bandung bernama Tuti Sutiawati. Pasangan ini dikaruniai tujuh orang anak yaitu Nora Tristyana, Taufik Dwi Cahyono, Firman Santyabudi, Nori Chandrawati, Isfan Fajar Satrio, Kunto Arief Wibowo, dan Natalia Indrasari.

Salah satu menantunya adalah Ryamizard Ryacudu yang menikah dengan Nora Tristyana.*

banner 468x60