Polisi Kembali Gerebek Narkoba di Kampung Bahari

Ilustrasi penggerebekan narkoba di Kampung Bahari, Jakut. (DOK POLRES JAKUT)

FORUM KEADILAN– Polisi kembali menggerebek narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Namun, operasi tersebut lagi-lagi diwarnai perlawanan warga Kampung Bahari.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo mengatakan penggerebekan dilakukan Jumat, 9/12/2022.  Saat operasi dilakukan, warga yang diduga terlibat jual-beli narkoba melawan dengan cara melemparkan batu dan petasan ke arah petugas. Ia memastikan tidak ada anggota kepolisian yang terluka akibat ulah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Ada perlawanan sedikit, tetapi bisa kita antisipasi. Anggota nggak ada yang terluka. Biasa, lempar batu petugas, sama menembakkan petasan ke arah petugas,” kata Wibowo, Sabtu 10/12/2022.

Baca juga:

Polisi Tangkap Pria Bawa Narkoba di Bogor, 873 Gram Ganja Disita

23 Napi Narkoba Lampung Dipindah ke Nusakambangan 

Wibowo menuturkan perlawanan tersebut berlangsung kurang lebih 10 menit. Dia menyayangkan aksi pelemparan petasan itu. Sebab, selain membahayakan, bisa berdampak pada kebakaran di area padat penduduk tersebut.

“Yang saya khawatirkan kan begini, jangan sampai tembakan petasan ke arah petugas itu malah menimbulkan kebakaran. Karena, dampak di perumahan padat penduduk ini, repot kalau kebakaran,” ujarnya.

Dari operasi penggerebekan yang dilakukan, total 12 orang diamankan. Lima orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus narkoba. Selain itu, sebanyak 13,74 gram sabu dan barang bukti lainnya diamankan.

“Ada 12 orang. Namun, dari hasil pemeriksaan, lima orang kita tetapkan sebagai tersangka karena kedapatan padanya menyimpan atau memiliki narkoba,” jelasnya.

“Sabu-sabu ada 13,74 gram, alat isap, pipet, kemudian empat selongsong bekas petasan,” imbuhnya.

Konsisten Gerebek Kampung Bahari

Wibowo mengatakan penggerebekan Kampung Bahari kembali dilakukan mengingat masih ada kegiatan jual beli narkotika di sana. Pihak kepolisian akan konsisten melakukan penggerebekan di sana apa pun risikonya.

“Peredaran narkoba ini masih ada di wilayah Kampung Bahari ini, dan ini alasannya kenapa masih kita lakukan. Walaupun harus terluka, kita tetap konsisten maju. Untuk narkoba, kita nggak akan serahkan, nggak ada mundurnya. Terkait narkoba, saya dan jajaran akan terus maju, nggak ada mundurnya apa pun risikonya,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Wibowo, jika masih ada kegiatan jual beli narkotika di sana, pihaknya akan menggerebek Kampung Bahari setiap hari. Selain itu, kepolisian tengah membidik target operasi besar lainnya yang sampai saat ini statusnya masih jadi buron.

“Saya pastikan, kalau bisa, setiap hari saya hantam terus. Tapi begini, saya kan punya TO (target operasi) juga. Alhamdulillah TO yang saya tentukan itu ketangkap terus. Tapi ada beberapa TO yang masih saya lidik karena keberadaannya belum ada. Saya masih menunggu beberapa TO besar ini,” kata dia.

“Yang jelas, saya bersama jajaran Jakarta Utara konsisten untuk perang terhadap narkoba. Saya tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas,” tegasnya.

Sebelumnya, operasi narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 30/11/2022, mendapatkan perlawanan. Upaya penangkapan terhadap pengedar diwarnai lemparan batu hingga letusan petasan.

Operasi yang semula beranggotakan tim berjumlah 10 orang ditambah kekuatannya karena ada perlawanan dari oknum masyarakat setempat.

Meski diwarnai perlawanan, sebanyak 6 orang ditangkap berikut sejumlah barang bukti narkoba disita tim gabungan Polsek Tanjung Priok dan Polres Metro Jakarta Utara.*