Sanksi Menanti Pemda dengan Serapan Anggaran Rendah

Airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. | ist

FORUM KEADILAN – Pemerintah berkemungkinan memberikan sanksi kepada pemerintah daerah (pemda) dengan penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) rendah.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sanksi kemungkinan diberikan kepada kementerian dan lembaga yang serapan anggarannya juga rendah.

Bacaan Lainnya

“Ya tentu (ada sanksi) kan untuk tahun depan, nanti kita lihat (sanksinya),” ujar Airlangga, kepada wartawan di Istana Negara, Kamis, 1/12/2022.

Airlangga mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot penyerapannya di bulan Desember ini. Sebab, hingga saat ini, masih banyak anggaran belanja, baik pusat maupun daerah yang belum terserap.

“Nanti kita dorong di Desember ini harus digenjot. Upayanya tentu dari kementerian atau daerah,” katanya.

Menurut Airlangga, salah satu penyebab anggaran tersebut minim terserap lantaran sempat ada alokasi untuk penanganan COVID-19, yang mana saat ini kondisinya relatif sudah bisa lebih tertangani.

“Kemudian kita minta alihkan (dana) untuk program lain, termasuk penanganan daripada subsidi transportasi agar biaya angka inflasi tidak meningkat. Kemarin kita sudah rapatkan 15 daerah yang inflasinya lebih tinggi dari nasional,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat menyampaikan bahwa dirinya heran lantaran uang Pemda dari pemerintah pusat yang seharusnya digunakan, justru malah mengendap di bank.

“Ini saya ingatkan, kita ini mencari uang dari luar agar masuk, terjadi perputaran uang yang lebih meningkat, tetapi uang kita sendiri yang ditransfer dari Menteri Keuangan ke daerah-daerah justru nggak dipakai,” katanya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2022, Rabu, 30/11/2022, kemarin.

Dana yang belum terserap pun sangat besar yaitu ada sekitar Rp 278 triliun. Dana itu masih tersimpan rapi di bank. Karena hal ini, Jokowi memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk mengecek satu-persatu persoalan apa yang dihadapi.

“Situasi sangat sulit tapi malah uangnya didiemin di bank, tidak dibelanjakan, gede banget. Saya minta, segera dibelanjakan,” ujarnya.*