Sakit Hati, Motif Remaja di Magelang Racuni Ayah-Ibu dan Kakaknya

TKP pembunuhan sekeluarga di Magelang
Polisi memasang garis polisi di TKP pembunuhan sekeluarga di Magelang. | ist

FORUM KEADILAN – Remaja yang meracuni ayah, ibu, dan kakaknya di Magelang mengaku aksinya itu dilatarbelakangi sakit hati. Kepada polisi, remaja berinisial DDS (17) itu mengaku menggunakan racun arsenik untuk membunuh keluarganya.

“Keterangan pelaku dan lingkungan sekitar, yang bersangkutan sakit hati. Motifnya adalah sakit hati. Sakit hati karena bapak terduga pelaku dua bulan lalu baru saja pensiun dan kebutuhan untuk rumah tangga cukup tinggi, karena orang tua memiliki penyakit, untuk biaya pengobatan,” kata Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, kepada wartawan, Selasa, 29/11/2022.

Bacaan Lainnya

Sajarod menyebut, pelaku tidak bekerja dan mengaku dibebani kebutuhan keluarga. Sementara kakak perempuannya selama ini bekerja dengan status kontrak, tidak mendapat beban yang sama.

“Muncul niat untuk menghabisi orang tua dan kakak kandung, sakit hati karena diberi beban untuk keluarga sehari-hari dan biaya obat,” jelas Sajarod.

Sebelumnya, seorang remaja berinisial DDS (17) diduga telah melakukan pembunuhan kepada keluarganya di Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar (Kombes) Iqbal Alqudusy mengatakan, DDS yang merupakan anak kedua korban telah memberikan keterangannya kepada polisi.

“DDS mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara¬†online,” kata Iqbal, dalam keterangannya, pada Senin, 28/11/2022.

Identitas korban yakni Abbas Ashar (58) ayah pelaku, Heri Riyani (54) ibu pelaku, Dhea Choirunnisa (24) kakak pertama pelaku.*