Isolasi Covid-19 di RS, Tahanan Kasus Curas di Lampung Nekat Kabur

Tahanan Isolasi Covid-19
Tersangka kasus Curas yang kabur saat menjalani isolasi Covid-19 di RS Bhayangkara Polda Lampung. | ist

FORUM KEADILAN – Seorang tahanan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Lampung nekat kabur dari rumah sakit. Tersangka bernama Bahroni (20) itu, sedang menjalani perawatan isolasi karena positif Covid-19, di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, tersangka sejak tanggal 19 November 2022, telah dilakukan penahanan. Sebagai syarat untuk masuk sel tahanan Polda Lampung, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan SWAB Antigen terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

“Ternyata tersangka B dinyatakan positif Covid-19. Sehingga harus dilakukan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung,” jelas Pandra melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 22/11/2022.

Saat dilakukan perawatan, lanjut Pandra, personel Subdit 3 Jatanras Direskrimum Polda Lampung melakukan penjagaan sesuai SOP. Tersangka dilakukan perawatan di ruang isolasi RS Bhayangkara, terpisah dari pasien lainnya, dan saat itu petugas jaga harus menjaga jarak aman dari tersangka, agar tidak tertular Covid-19.

“Kesempatan situasi tersebut, digunakan tersangka B untuk melarikan diri dari RS Bhayangkara dengan melepas ikatan tangannya, dan kabur dari ruang perawatan,” ungkap Pandra.

Mantan Abang Jakarta itu menambahkan, saat ini Ditreskrimum Polda Lampung sudah membentuk tim gabungan untuk pengejaran dan penangkapan kepada tersangka yang merupakan warga Desa Rusabah, Punduh Pidada, Pesawaran.

“Saat ini personel yang ditugaskan menjaga tahanan di RS Bhayangkara, tengah dilakukan penyelidikan dan pendalaman oleh Bid Propam Polda Lampung, untuk mengetahui ada unsur kelalaian atau hal lainnya. Jika terbukti melanggar aturan SOP, terhadap personel tersebut akan diberikan sanksi,” kata Pandra.

Baca Juga : Inspirasi Kado Hari Guru yang Berkesan, Yuk Siapkan dari Sekarang

Selain itu, lanjut Pandra, Polda Lampung juga telah menerbitkan DPO terhadap tersangka Bahroni, dan sudah menginformasikan kepada pihak keluarga bahwa tersangka terpapar Covid 19.

“Kemudian kami juga mengimbau kepada keluarga untuk meminta pelaku menyerahkan diri sebagai wujud kegiatan kemanusiaan, di mana tersangka sedang dalam masa perawatan medis Covid-19, yang akan berdampak pada masyarakat,” ungkap Pandra.

Tersangka Bahroni terlibat curas jambret telepon genggam milik korban Ricki Ardian. Peristiwa terjadi di Jalan Dr Susilo, dekat Graha Gading, Kelurahan Sumur Batu. Pelaku tak sendiri, dia bersama dua orang tersangka lainnya, inisial A dan AF.

Ketiga tersangka diancam dengan persangkaan pasal 365 dengan ancaman hukuman 12 (dua belas) tahun penjara.

“Dihimbau kepada keluarga atau kerabat tersangka, apabila mengetahui keberadaan tersangka B agar dapat diserahkan kepada kepolisian, serta kepada tersangka ditegaskan segera menyerahkan diri, sebelum petugas melakukan tindakan tegas dan terukur,” tegas Pandra. *