Apa itu Polio? Berikut Gejala, Penularan dan Cara Pencegahannya

Ilustrasi pemberian vaksin Polio pada anak. | ist

FORUM KEADILAN – Pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio. Status itu pasca temuan satu kasus polio pada anak di Aceh.

Indonesia sejatinya telah mendapatkan sertifikasi eradikasi, atau musnah total kasus polio pada tahun 2014. Dengan adanya temuan kasus polio di Aceh, maka penyakit polio ditetapkan sebagai KLB.

Bacaan Lainnya

Poliomielitis (polio) merupakan penyakit yang sangat menular, yang disebabkan oleh virus polio. Virus menyerang sistem saraf, dan dapat menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian dalam hitungan jam

Melansir situs Kemenkes.go.id, Virus Polio adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja.

Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus.

Polio dapat menyerang pada usia berapa pun, namun polio terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.

Masa inkubasi virus polio biasanya memakan waktu 3-6 hari, dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7-21 hari.

Sebanyak 90 persen orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala atau gejala yang sangat ringan dan biasanya tidak dikenali. Pada kondisi lain, gejala awal yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai.

Adapun gejala penderita polio dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :

Polio non-paralisis, dapat menyebabkan muntah, lemah otot, demam, meningitis, letih, sakit tenggorokan, sakit kepala serta kaki, tangan, leher dan punggung terasa kaku dan sakit

Polio paralisis menyebabkan sakit kepala, demam, lemah otot, kaki dan lengan terasa lemah, dan kehilangan refleks tubuh.

Sindrom pasca-polio menyebabkan sulit bernapas atau menelan, sulit berkonsentrasi, lemah otot, depresi, gangguan tidur dengan kesulitan bernapas, mudah lelah dan massa otot tubuh menurun.

Penularan Virus Polio memasuki tubuh melalui mulut, air atau makanan yang telah terkontaminasi dengan bahan feses dari orang yang terinfeksi. Virus berkembang biak di usus dan diekskresikan oleh orang yang terinfeksi di feses, yang dapat menularkan virus ke orang lain.

Satu dari setiap 200 orang yang terinfeksi polio mengalami kelumpuhan ireversibel, biasanya di kaki. Di antara mereka yang lumpuh, 5% -10% meninggal ketika otot-otot pernapasan mereka tidak dapat digerakkan oleh virus.

Sejauh ini belum ada obat untuk polio. Polio hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Vaksin aman dan efektif adalah vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio yang tidak aktif (IPV).*