TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Polres Jakarta Pusat Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Tangki Bensin Mobil

Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 kilogram (kg) saat malam pergantian tahun baru 2021. Turut diamankan empat orang pengedar di lokasi penggerebekan pada Jumat (1/1) pukul 00.30 WIB.

Kapolres Metro Jakpus Kombes Pol Heru Novianto, mengatakan, 10 kg sabu itu disimpan pelaku di dalam tangki bensin mobil. Mobil jenis Panther itu diparkir di area parkir Apartemen Green Palace, Kemayoran, berseberangan dengan Mapolsek Kemayoran.

“Modus operandi tersangka adalah memasukkan barang bukti berupa narkotika jenis sabu ke dalam tangki bensin kendaraan mobil untuk menghindari pemeriksaan dan mengelabui petugas,” kata Heru di Mapolres Jakpus, Jumat (1/1/2021)

Para pelaku membungkus 10 kg sabu itu di dalam 10 kantong plastik warna emas. Lalu, 10 plastik itu dimasukkan ke dalam tangki mobil Panther.

“Hanya separuh tangki mobil yang diisi sabu. Separuhnya masih berisikan bahan bakar sehingga mobil tetap bisa digunakan,” kata Heru.

Selain modus baru, kata Heru, sabu itu juga diduga berasal dari luar negeri. Sabu itu masuk dari Sumatera dan dibawa menggunakan mobil tersebut ke Jakarta jelang malam pergantian tahun 2021.

Adapun tersangka dalam kasus ini adalah empat pria berinisial MM, RS, OA dan NS. Mereka berperan sebagai pengedar. Sedangkan pemilik 10 kg sabu itu masih diselidiki.

Heru mengatakan, sabu-sabu yang diduga berasal dari luar negeri itu hendak diedarkan para tersangka di Jakarta. Jika berhasil beredar, sabu sebanyak itu bisa digunakan hingga 1,5 juta orang.

“Alhamdulillah di tahun baru ini kita bisa menyelamatkan 1,5 juta orang untuk terhindar dari sabu ini,” kata Heru.

Penangkapan pelaku berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya mobil mencurigakan terparkir di area parkir Apartemen Green Palace, Kemayoran. Lokasi apartemen itu berseberangan dengan Mapolsek Kemayoran.

Aparat dari Reserse Narkoba Polres Jakpus pun segera menyelidiki laporan tersebut. Saat melakukan pengintaian, aparat mendapati dua orang pria (MM dan RS) mendekat ke mobil Panther warna abu-abu itu.

Aparat lantas mengamankan kedua pria itu. Mobil itu pun digeledah dan benar didapati 10 kg sabu tersebut di dalam tangki.

Lalu, aparat menginterogasi keduanya. Mereka mengakui ada dua orang lagi yang terlibat dalam pengiriman dan peredaran sabu itu, yakni OA dan NS. Polisi pun berhasil menangkap OA dan NS.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Hukuman maksimal adalah hukuman mati,” kata Heru.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Hukuman maksimal adalah hukuman mati,” kata Heru.

You might also like