TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Lima Calon Kapolri Semua Bintang Tiga, Presiden Dikabarkan Pilih Komjen Boy Rafli Ammar

Istana kepresidenan belum menyerahkan nama-nama calon Kapolri kepada DPR untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menampik kabar yang menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengirim daftar nama jenderal bintang tiga sebagai calon kapolri kepada DPR.

“Belum,” ujar Pratikno singkat saat dikonfirmasi, Jumat (8/1) malam.

Sesaat sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD, juga berperan sebagai Ketua Kompolnas, membenarkan telah mengajukan nama-nama calon kapolri kepada Presiden Jokowi. Hal ini disampaikan Mahfud melalui akun media sosialnya.

“Mengonfirmasi berbagai berita, benar penjelasan Pak Benny Mamoto dan Pak Wahyudanto dari Kompolnas bahwa selaku Ketua Kompolnas saya sudah menyerahkan nama-nama calon kapolri untuk dipilih oleh presiden agar diajukan ke DPR,” kata Mahfud.

Mahfud juga menambahkan bahwa ada lima nama jenderal bintang tiga yang diusulkan kepada Presiden Jokowi. “Tidak ada yang masih bintang dua,” katanya.

Kelima nama calon kapolri yang diusulkan Kompolnas antara lain Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Ammar,  Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kalemdiklat Komjen Pol Arief Sulistyanto, dan Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto.

Seperti diketahui, masa dinas Kapolri Jenderal Idham akan habis pada 1 Februari 2021. Aturan perundang-undangan mewajibkan Presiden mengajukan calon pengganti ke DPR 20 hari sebelum masa bakti Kapolri habis.

 

Presiden Dikabarkan Pilih Komjen Boy Rafli

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan memajukan Komjen Pol Boy Rafli Amar ke Komisi III DPR untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan menjadi calon Kapolri pengganti Idham Azis yang akan segera pensiun.

Kini Boy Rafli Amar menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Lantas bagaimana peluangnya untuk jadi orang nomor satu di Kepolisian ?

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh mengatakan, penentuan nama calon Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden, karena sesuai undang-undang usulan dari Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) atau Kompolnas hanya sebagai usulan ataupun masukan saja.

“Baik usulan administrasi atau teknis, semua terserah kepada Presiden sebagai user. Siapapun yang ditunjuk Presiden itu haknya,” papar Pangeran saat dihubungi, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Menurut Pangeran, sampai saat ini pihak Istana Kepresidenan belum menyampaikan Surat Presiden (Surpres) yang ditandatangani Presiden Jokowi berisikan nama-nama calon Kapolri, untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR.

Namun, Pangeran berharap Presiden Jokowi dapat memperhatikan usulan Wanjakti, karena mereka yang mengetahui kondisi internal Kepolisian.

“Begitu juga dengan Kompolnas yang memahami kondisi sosial masyarakat terkait institusi Kepolisian,” papar politikus PAN itu.

“Diharapkan siapapun yang disampaikan oleh Presiden nanti benar-benar calon terbaik, yang dapat meneruskan hal-hal baik oleh Kapolri sebelumnya, dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan. Sehingga kinerja Polri semakin baik ke depannya dan selalu mendapat kepercayaan oleh masyarakat,” sambung Pangeran.

enderal polisi bintang tiga bernama lengkap Boy Rafli Amar Gala Datuak Rangkayo Basa ini lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965.

Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat.

Ia adalah cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo.

Boy menikah dengan Irawati dan telah dikaruniai dua orang anak.

Pada tanggal 29 November 2013, dia diangkat sebagai kepala kaum suku Koto, nagari Koto Gadang, Agam, dengan gelar Datuak Rangkayo Basa.

Boy Rafli Amar menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian (AKABRI Kepolisian) dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Letnan Dua Polisi (Letda Polisi).

Pada tahun 1991 pangkatnya naik menjadi Letnan Satu Polisi (Lettu Polisi).

Ketika berpangkat Kolonel Polisi pada tahun 1999, dia ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.

Karier Boy Rafli Amar mirip dengan Tito Karnavian yang melejit setelah menjabat Kapolda Papua.

Hal yang sama juga, Boy juga saat ini menduduki jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Perbedaannya, mantan Kapolres Pasuruan, Jawa Timur ini banyak dikenal sebagai humas Polri.

Sebelumnya Indonesia Police Watch (IPW) menyebut 13 perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal bisa ikut dalam bursa calon Kapolri. Lima dari belasan perwira berpangkat bintang tiga itu, dinilai paling berpotensi menggantikan Jenderal Idham Azis.

Ketua Presidium IPW Neta S. Pane mengatakan dari 13 Komjen, delapan orang bertugas di eksternal Polri dan lima lainnya bertugas di internal. “Para Komjen yang bertugas di luar kepolisian juga tetap memiliki peluang yang cukup besar,” kata Neta dalam keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

You might also like