TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Gugatan Praperadilan Ditolak, Habib Rizieq Sandang Tiga Status Tersangka

Harapan tim kuasa hukum untuk bebaskan Habib Rizieq Shihab tak rersampai. Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Akhmad Sahyuti menolak gugatan praperadilan Rizieq Shihab, dan menyatakan penetapan tersangka dan penahanan sesuai prosedur. Putusan ini dibacakan hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dihadiri pihak pemohon dan termohon, Selasa (12/1/2021)

“Mengadili, menolak praperadilan pemohon dan membebankan biaya perkara kepada pemohon senilai nihil,” kata Hakim Akhmad Sahyuti.

Hakim berpendapat bahwa penetapan tersangka sah karena telah memenuhi dua alat bukti yang sah. Praperadilan ini diajukan kuasa hukum Rizieq Shihab agar status tersangka dan penahanan terhadap dirinya terkait kasus kerumunan Petamburan dibatalkan.

Dengan ditolak permohonan praperadilan ini, proses hukum terhadap Rizieq terus berlanjut.

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab telah mendaftarkan permohonan gugatan praperadilan terkait penetapan sebagai tersangka dan penahanan, yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2020).

“Yang kita permasalahkan penetapan tersangka untuk keenamnya, penahanan dan penangkapan Habib Rizieq, tergugat itu pihaknya Polda Metro Jaya,” kata Aziz Yanuar, Penasehat Hukum Rizieq Shihab.

Sidang pertama kali digelar Senin (4/1) dengan agenda membacakan permohonan dari pemohon. Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan Petamburan yang terjadi tanggal 14 November 2020.

Penyidik Polda Metro Jaya menahan tersangka pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab sejak Minggu (13/12). Rizieq dianggap menyerahkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kerumunan Petamburan di tengah pandemi COVID-19 dengan jeratan Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP.

 

Hakim pimpin sidang praperadilan Habib Rizieq

Di Jaga Ketat

Ratusan personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk pengamanan sidang praperadilan Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), yang digelar hari ini. Tiga titik pengamanan disiapkan.

“Jadi saya harap rekan-rekan dapat melaksanakan tugas sesuai yang sudah dibagi. Pengamanan dibagi tiga titik seperti yang lalu. Di pertigaan Ampera, Madrasah, dengan PN (Jaksel) sendiri,” kata Kabag Ops Polres Jakarta Selatan AKBP Dedy Supriadi saat memimpin apel persiapan pengamanan di PN Jaksel, Selasa (12/1/2021).

Selain itu, Dedy mengingatkan kepada anggotanya untuk sigap berjaga. Dia meminta personel gabungan tidak melakukan manuver secara sepihak.

Adapun gugatan Habib Rizieq adalah terkait penetapan tersangka penghasutan dalam kasus kerumunan. Sidang akan digelar di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, pukul 13.00 WIB.

Sidang Habib Rizieq dikawal ketat oleh TNI-Polri. Sebanyak 900 personel gabungan dikerahkan. Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, berharap hakim tunggal dapat memutus dengan adil.

“Kami berharap hanya kepada Allah, kami harap Allah memberi hidayah kebenaran melalui hakim yang memutus besok untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, yang diduga sudah sangat langka, apalagi jika terkait HRS (Habib Rizieq Shihab), di negeri ini,” ujar Aziz kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

 

Penjagaan di PN Jakarta Selatan

Akan Diperiska Terkait Tes Swab

Habib Rizieq Shihab beserta menantunya Muhammad Hanif Alatas dan Dirut RS UMMI Andi Tatat telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tes swab. Ketiganya akan diperiksa sebagai tersangka Jumat pekan ini.

“Rencana hari Jumat,” Kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Selasa (12/1/2021).

Andi menuturkan, proses lanjutan tersangka Hanif dan Andi Tatat ditentukan setelah pemeriksaan. Dia meminta agar semua pihak dapat menunggu.

Sebelumnya, Brigjen Andi menjelaskan, Habib Rizieq, Hanif, dan Andi Tatat dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984. Ketiganya juga disangkakan Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.

“Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit. Hasil dalam lidik, sidik konstruksi pasal ditambahkan. Pasal 216 KUHP. Pasal 14 dan 15 UU 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Maksimal 10 tahun (penjara),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi detikcom, Senin (11/1).

Andi memastikan tim penyidik sudah memiliki dua alat bukti. Alat bukti tersebut, kata dia, digunakan dalam menentukan status tersangka kepada ketiganya.

“Yang pasti penyidik sudah memiliki minimal 2 alat bukti dalam menetapkan ketiganya menjadi tersangka,” tuturnya.

Kasus RS UMMI terkait tes swab Habib Rizieq bermula saat Andi Tatat dilaporkan ke polisi. Andi Tatat dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor dengan laporan bernomor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tertanggal 28 November 2020.

Andi Tatat dilaporkan karena dinilai menghalang-halangi upaya satgas melakukan swab test terhadap Habib Rizieq. Saat Satgas hendak melakukan tes swab, Habib Rizieq sedang menjalani perawatan di RS UMMI Bogor.

 

Tiga Status Tersangka Habib Rizieq

 

Kasus demi kasus melilit Habib Rizieq Shihab (HRS) semenjak pulang ke Tanah Air. Kini, Habib Rizieq telah menyandang status tersangka untuk tiga kasus.

Habib Rizieq awalnya tiba dari Mekah ke Indonesia pada Selasa 10 November 2020. Kala itu, massa berkumpul di kawasan Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq.

Tak hanya di kawasan bandara, massa juga menyambut Habib Rizeq di sekitar kediamannya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Selama perjalanan dari bandara menuju rumah, Habib Rizieq pun terus menyapa para pendukungnya.

Hari-hari setelahnya, kegiatan Habib Rizieq terbilang padat. Dia mengisi ceramah di Jakarta Timur hingga Megamendung, Bogor. Acara tersebut juga menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Kegiatan pun berlanjut hingga Sabtu (14/11) malam. Habib Rizieq menikahkan putrinya yang juga berbarengan dengan perayaan Maulid Nabi di kawasan Petamburan.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, berlangsung Sabtu (14/11). Acara ini menimbulkan kerumunan massa karena dihadiri masyarakat dengan jumlah yang masif tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Setelah acara Maulid Nabi itu, Habib Rizieq tak pernah terlihat muncul di publik. Pengacara Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar, mengatakan Habib Rizieq saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk istirahat di kediamannya.

“Nggak (sakit), itu butuh istirahat saja. Kan kalau kurang sehat beliau juga ngomong di ceramah itu. Ada kok di ceramahnya ‘saya lagi kurang sehat’,” kata Aziz saat dihubungi detikcom, Rabu (18/11).

Aziz pun mengungkapkan keluarga telah memeriksakan kondisi kesehatan Habib Rizieq. Pemeriksaan dilakukan oleh tim internal.

Saat masa rehat yang dijalani Habib Rizieq, polisi bersama aparat keamanan lainnya menyambangi kediaman Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/11/2020). Kedatangan aparat keamanan itu guna memastikan kondisi Rizieq yang disebut telah terkonfirmasi positif virus Corona.

Kanit Patroli Polsek Tanah Abang Kompol Margiyono menceritakan, saat tiba di lokasi sekitar pukul 22.15 WIB, pihaknya bertemu dengan Ustaz Yono, orang yang mengaku perwakilan keluarga Habib Rizieq. Pihak keluarga menyebut Habib Rizieq sedang istirahat sehingga tidak bisa menerima tamu.

Pada Rabu (25/11), Habib Rizieq masih dirawat RS UMMI. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan Habib Rizieq diobservasi oleh tim dokter di rumah sakit tersebut. Bima Arya menyatakan Habib Riziq tidak menunjukkan gejala terkena COVID-19.

FPI pun menyatakan Habib Rizieq general check-up di RS UMMI, Bogor. FPI menyebut kondisi Habib Rizieq sangat baik.

Pada saat Habib Rizieq menjalani perawatan di RS UMMI, Satgas COVID-19 meminta Rizieq untuk melakukan tes swab. Namun pihak keluarga menolak. Habib Rizieq mengklaim di-swab test oleh tim MER-C dan hasil spesimennya dikirim ke laboratorium yang telah terverifikasi.

Kemudian Sabtu 28 November 2020, Habib Rizieq meninggalkan RS UMMI lewat pintu belakang. Habib Rizieq kemudian menjelaskan alasan meninggalkan RS UMMI. Dia mengaku kepulangan itu atas keinginan sendiri lantaran merasa dia telah sehat.

Selanjutnya, 29 November 2020, Polda Metro Jaya antar surat panggilan untuk Rizieq, ke alamat kediaman Petamburan Jakpus, agar Rizieq hadir tanggal 1 Desember. Namun, Habib Rizieq tidak memenuhi panggilan Polda Metro Jaya lantaran masih dalam kondisi kelelahan.

Pada 2 Desember 2020, polisi panggil Rizieq untuk kedua kalinya, agar hadir di Polda Metro Jaya pada 7 Desember 2020. Rizieq minta maaf karena telah menimbulkan kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta pada saat kepulangannya, 10 November.

Kasus dugaan kerumunan di Petamburan terus diusut. Pada 10 Desember 2020, Habib Rizieq resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan oleh Polda Metro Jaya. Ada pula lima orang lainnya yang menjadi tersangka dalam kasus yang sama.

Polisi pun siap menangkap Habib Rizieq yang dua kali mangkir diperiksa. Polisi juga mengirim surat pencekalan ke Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM untuk Rizieq supaya tidak kabur ke luar negeri.

Pada 12 Desember 2020, Habib Rizieq akhirnya datang ke Polda Metro Jaya. Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari 12 jam, Habib Rizieq lalu ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya hingga kini.

Selang seminggu lebih menjadi tersangka kerumunan di Petamburan, Habib Rizieq juga ditetapkan menjadi tersangka kasus kerumunan di Jawa Barat.

Awalnya kerumunan di Megamendung ini terjadi saat Habib Rizieq Shihab mengunjungi Markaz Syariah Agrokultural, Bogor, Jumat (13/11/2020). Saat itu massa ramai-ramai menyambut kedatangan Habib Rizieq setelah beberapa hari pulang dari Mekah.

Dalam kegiatan itu terjadi kerumunan massa. Sebagian massa bahkan ada yang tak mengenakan masker. Kasus itu kemudian diusut oleh Polda Jawa Barat dan Bareskrim.

Bareskrim Polri kemudian menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka. “Rizieq tersangkanya,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/20202

Massa menyambut Habib Rizieq di Megamendung Bogor

 

Penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka tersebut berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan Polda Jabar pada Kamis, 17 Desember 2020.

Polri mengatakan Habib Rizieq sebagai tersangka tunggal dalam kasus tersebut. “Hasil gelar perkara Polda Jabar tanggal 17 Desember hanya menetapkan MRS sebagai tersangka. (Habib Rizieq tersangka tunggal) iya,” kata Andi.

Andi menuturkan penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka berdasarkan dari alat bukti yang telah dikumpulkan tim penyidik Polda Jabar. Andi menyebut alat bukti tersebut antara lain keterangan saksi hingga bukti petunjuk.

Terbaru, Tim penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait kasus RS UMMI Bogor, Jawa Barat. Ketiganya adalah Habib Rizieq, menantu Habib Rizieq, Muhammad Hanif Alatas, dan Dirut RS UMMI Andi Tatat.

“Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan 3 (tiga) orang sebagai tersangka. Rizieq, Dr. Tatat, Hanif Alatas,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi detikcom, Senin (11/1/2020).

Andi menuturkan tim penyidik sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap ketiganya sebagai tersangka. Pemeriksaan itu kata Andi akan berlangsung pekan ini.

Kasus RS UMMI terkait tes swab Habib Rizieq bermula saat Andi Tatat dilaporkan ke polisi. Andi Tatat dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor dengan laporan bernomor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tertanggal 28 November 2020.

Andi Tatat dilaporkan karena dinilai menghalang-halangi upaya satgas melakukan swab test terhadap Habib Rizieq. Saat Satgas hendak melakukan tes swab, Habib Rizieq sedang menjalani perawatan di RS UMMI Bogor.

You might also like