TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Dipantau Kapoldasu, Putusan 9 Terdakwa 327 Kg Ganja Batal Dibacakan

Sikap Contempt of Court Oknum Jaksa

Oknum JPU dari Kejatisu dinilai telah melakukan Contempt of Court. Pasalnya, JPU kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja kering seberat 327 Kg yang melibatkan 8 oknum petugas Polresta Padangsidimpuan dan seorang sipil itu, memberitahukan ketua majelis hakim bahwa persidangan dipantau Kapolda. Sidang pembacaan putusan pun gagal dibacakan.

Sikap oknum JPU itu menuai kecaman keras, Jumat (8/1/2021). Advokat dikenal kritis asal Medan Muslim Moeis menilai sikap oknum JPU dari Kejati Sumut Abdul Hakim Sorimuda Harahap berpotensi sebagai Contempt of Court.

“Bila demikian kejadianya, maka tindakan oknum JPU berpotensi sebagai Contempt of Court. Yakni suatu perbuatan, tingkah laku, sikap dan/atau ucapan yang dapat merendahkan dan merongrong kewibawaan, martabat, dan kehormatan lembaga peradilan,” tegasnya.

Menurutnya, kewenangan hakim jangan dilanggar oleh pihak mana pun. Kewenangan hakim untuk memproses dan memutus suatu perkara, pihak mana pun tak bisa mengintervensi.

“Termasuk Ketua PN, tidak bisa mengintervensi hakim menyidangkan suatu perkara,” tegasnya.

Selain dilindungi oleh UU Nomor 48 Tahun 2009 perubahan atas UU No 4 Tahun 2004 Kekuasaan Kehakiman, hakim juga merupakan wakil Tuhan. Sebab dalam hal ini tidak ada kasus tindakan judicial yang dilanggar oleh hakim.

“Bila perlu, keluarkan oknum JPU tersebut dari pengadilan. Jangan sampai ulah oknum tersebut, menjadikan wibawa lembaga kejaksaan jelek di mata publik,” tegasnya.

“Atau jangan-jangan oknum JPU tersebut cuma ‘jual-jual’ nama Pak Kapolda,” katanya.

Advokat kritis Kota Medan Muslim Muis

Sementara itu, Abdul Hakim Sorimuda Harahap selaku ketua tim JPU dalam perkara itu membenarkan bahwa sebelum persidangan secara daring drinya melaporkan pada majelis hakim bahwa persidangan ini diikuti Kapolda dari  RTP Polda Sumut. Dirinya sekadar melaporkan saja

“Cuma sekadar memberitahukan kepada majelis hakim kalau Pak Kapolda, Waka dan Dir Narkoba Polda juga ikut memantau jalannya sidang ini Bang,” kata Abdul Hakim ketika dikonfirmasi lewat sambungan WhatsApp (WA).

Majelis hakim diketuai Jarihat Simarmata menjelaskan dalam persidangan bahwa Martua Sagala selaku ketua majelis atas keenam oknum personel Polresta Padangsidimpuan lagi sakit.

Sehingga selaku ketua majelis hakim terdakwa Bripka Witno Suwito dan Tengku Oyong selaku ketua majelis Martua Pandapotan selaku Panit Resnarkoba Polres Padangsidimpuan dan Brigadir Dede Aswaranas Harahap, sepakat mengundurkan persidangan.

Agar putusan terhadap masing-masing terdakwa dibacakan sekaligus pada Selasa (12/1/2021) mendatang. (apri)

You might also like