PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Bareskrim Polri: Temuan Komnas HAM Soal FPI Lengkapi Alat Bukti

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian enggan berkomentar jauh soal hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kematian enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek. Bareskrim hanya berharap Komnas HAM bisa menyerahkan hasil investigasi dan temuan terkait kasus tersebut.

Andi Rian mengatakan, temuan dari Komnas HAM tersebut bisa melengkapi alat bukti yang selama ini dikumpulkan penyidik Bareskrim Polri. Menurutnya dengan banyaknya alat bukti, maka kasus tersebut bisa segera terungkap.

“Yang jelas kalau temuan itu diberikan ke penyidik bisa melengkapi alat bukti yang sebelumnya sudah ada,” ujar Andi Rian saat dikonfirmasi, Jumat (8/1).

Selanjutnya, kata Andi Rian, tim penyidik Bareskrim Polri akan menunggu hasil temuan Komnas HAM tersebut. Sehingga kasus tewasnya enam Laskar FPI tersebut bisa semakin terang dan pihaknya dapat segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Awalnya kasus ini ditangani oleh Polda Metro Jaya tapi kemudian diambil alih oleh Bareskrim Polri dan Komnas HAM turut mengusut sebagai pihak independen.  “Kita tunggu saja,” tegas Andi Rian.

Sementara itu dalam paparannya, Komnas HAM menyatakan tewasnya empat dari enam orang Laskar FPI merupakan pelanggaran HAM. Komnas HAM menyebut sebanyak empat orang laskar FPI sebenarnya masih hidup pada saat dibawa oleh petugas atau Polisi. Namun kemudian ditemukan tewas. Sedangkan dua Laskar FPI lainnya, tewas dalam konteks yang berbeda.

“Terdapat empat orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian ditemukan tewas sehingga peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia,” Ketua Tim Penyelidikan, Choirul Anam dalam konferensi persnya.

 

Polisi Diduga Lakukan Extra Judicial Killing

Sebelumnya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kematian enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Komnas HAM mengatakan ada indikasi unlawfull killing terhadap empat orang anggota FPI.

Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan diketahui terdapat enam orang anggota FPI yang meninggal dalam dua konteks yang berbeda. Anam mengatakan, dua anggota FPI tewas ditembak setelah terlibat peristiwa saling serempet antara mobil yang digunakan dengan mobil polisi.

Anam mengatakan, penembakan terhadap dua anggota FPI itu terjadi di Tol Jakarta Cikampek Km 49 sekitar Jalan Internasional Karawang, setelah sebelumnya terjadi saling serempet mobol dan saling serang antara petugas dan anggota FPI yang juga menggunakan senjata api.

Sementara empat orang lainnya yang masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Terkait peristiwa dugaan penembakan empat orang laskar FPI itu, informasi yang diterima Komnas HAM hanya dari polisi, yakni lebih dulu terjadi upaya melawan petugas (polisi) yang mengancam keselamatan hidup petugas sehingga diambil tindakan tegas dan terukur.

“Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan extra judicial killing terhadap empat orang anggota laskar FPI,” kata Anam.

Dalam penyelidikan itu, Komnas HAM menemukan terjadi upaya membuntutiterhadap Rizieq Shihab oleh personel Polda Metro Jaya dalam penyelidikan kasus pelanggaran protokol kesehatan yang diduga dilakukan Shihab.

You might also like