PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Vonis Bebas Pemilik Soft Gun Ilegal Buat Heboh Warga Medan

Vonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Medan terhadap pemilik senjata air soft gun diduga ilegal, Joni Brayan City, Rabu 23 Desember 2020 kemarin, membuat heboh warga Medan. Soalnya, jaksa penuntut umum (JPU) tidak melakukan kasasi atas putusan bebas tersebut.

Ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Sumatera Utara Abdul Rahman menilai vonis bebas pemilik senjata air soft gun ilegal tersebut harus menjadi perhatian serius bagi Komisi Yudisial (KY).

“Harapan kita, KY mau turun untuk menyelidiki putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan ini. Apa dasar dan azas hukum yang dibuat majelis hakim sehingga tuntutan 2 tahun kurungan JPU dimentahkan. Vonis bebas terdakwa Joni Brayan City harus dikaji ulang, makanya kita berharap KY segera datang ke sini (Pengadilan Negeri Medan),” ujar Abdul Rahman, Kamis 24 Desember 2020.

Abdul Rahman tidak ingin vonis bebas pemilik senjata air soft gun ilegal yang juga disebut sebut bandar judi online ini menjadi isu liar bagi penegakan hukum di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.

“Setahu kita perbuatan Joni telah melanggar pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” kata Abdul Rahman.

Sebelumnya, vonis bebas pemilik senjata air soft gun ilegal, Joni Brayan City ini mendapat perhatian dari praktisi hukum Julheri Sinaga.

Julheri mencium ada bau dugaan suap pada vonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai oleh Jarihat Simarmata.

Diketahui, kasus ini bermula pada 7 Februari 2020 sekitar pukul 07.30 WIB, terdakwa Joni digerebek petugas dari Polda Sumut di rumahnya.

Ketika petugas menggeledah rumahnya, ditemukan tas jinjing yang disimpan dalam lemari. Ternyata, tas itu berisi sepucuk senjata air soft gun lengkap dengan tabung gas dan gotri/mimis.

Joni pun mengakui bahwa senjata tersebut diperolehnya dengan cara membeli dari seseorang bernama Indra Gunawan alias Asiong yang bekerja sebagai pengurus satpam di Komplek Brayan City, seharga Rp 1.500.000, pada tahun 2017.

You might also like