PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Upaya Pesantren Al-Hikmah Tasikmalaya Hadapi Covid-19

Pondok Pesantren Al-Hikmah didirikan tahun 2014 oleh KH Ricky Assegaf. Letaknya di Sumelap, Jatiwangi, Mugarsari, Tamansari, Kota Taskmalaya. Saat ini santrinya berjumlah 120 orang. Sebagian dari mereka mondok sambil sekolah dan sisanya hanya mengaji.

Covid-19 ikut mempengaruhi proses belajar-mengajar santri. Sepanjang Mei-Juli, proses pembelajaran sempat dilakukan secara daring. Santri belajar beradaptasi dengan keadaan seperti itu, belajar jarak jauh.

Pada tahun ajaran baru, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, para santri telah kembali ke pesantren. Secara berkala, lingkungan pesantren disemprot disinfektan. Para santri dan kiai pun selalu memakai masker dalam setiap kegiatan.

Untuk mengatasi dampak ekonomi, pengasuh berinisiatif mendirikan koperasi yang mengelola warung makan dan distribusi udang. Budidaya udang ini dikelola oleh pengurus pesantren. Hasil dari usaha ini digabung dengan iuran santri yang berjumlah Rp. 50.000 per bulan. Dengan upaya tersebut, pesantren Al-Hikmah masih bisa membiayai operasional pesantren dan menggaji guru.

Walaupun demikian, dewan kiai tetap berdoa agar pemerintah bisa secepatnya menanggulangi pandemi ini. Para santri juga diwajibkan mengamalkan doa tolak bala yang dibaca setiap usai salat wajib.

“Kita hanya bisa berdo’a dan mempercayakan semua ini kepada pemerintah, karena pemerintahlah yang punya kemampuan mengatasi wabah ini,” ujar Kiai Ricky, Kamis (24/12/2020).

“Semoga pemerintah istikomah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini. Kita yang ada di pesantren, hanya bisa membantu dengan mendoakannya,” lanjutnya. “Dan tentunya 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.”

 

 

You might also like