PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Pesantren Darul Falah Bongas Indramayu Terbebas Covid-19

Pesantren Darul Falah yang berada di Margamulya, Bongas, Indramayu, beberapa waktu lalu dikabarkan menjadi klaster penyebaran Covid-19. Sebanyak 28 santri dan tenaga pengajar dinyatakan positif terinveksi virus korona dan pesantren pun harus ditutup dari akses luar. Telah dilakukan isolasi mandiri untuk proses penyembuhan para santri.

Kini, setelah proses isolasi mandiri selama dua pekan lebih, para santri dinyatakan terbebas dari Covid-19. Dan diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing dengan mengantongi surat sehat dari Puskesmas.

Salah seorang pengurus Pesantren Darul Falah Bongas, Kiai Badrun kepada NU Online Jabar, Sabtu (12/12) menjelaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi. Baik dengan pihak Puskesmas dan dinas Kesehatan Indramayu, untuk proses penyembuhan para santri.

“Setelah sepuluh hari melakukan isolasi mandiri dan melakukan perawatan intensif terhadap para santri. Kami berkoordinasi dengan Puskesmas dan Kabid P2P Dinkes Indramayu. Alhamdulillah pesantren Darul Falah dinyatakan terbebas dari Covid-19,” ungkapnya.

“Setelah dinyatakan sembuh, para santri mulai dipulangkan ke rumah masing-masing dengan terlebih dahulu mendapat pengecekan dari Puskesmas dan dikeluarkan surat sehat. Kini kami merasa lega dan terbukti pesantren mampu menghadapi pandemi ini,” tambah Kiai Badrun.

Dijelaskan oleh Kiai Badrun, berbagai upaya telah dilakukan untuk proses penyembuhan selama isolasi mandiri yang dilakukan di dalam pesantren.

“Secara umum memang tidaklah terlalu berat, karena santri yang dinyatakan positif tidak mengalami gejala apapun alias OTG. Maka kami hanya menjaga asupan makanan terhadap para santri dengan standar gizi yang tinggi. Memberikan multi vitamin, melakukan olahraga, dan menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup yang sehat. Sampai sekarang semuanya baik-baik saja,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menutup  arus keluar-masuk orang ke pesantren. Bahkan untuk lokasi karantina dalam isolasi mandiri, benar-benar tidak bisa diakses oleh orang luar. Sementara untuk di luar lokasi karantina dan di sekitar pesantren, diterapkan prokes yang ketat, yakni memakai masker, memcuci tangan dan menjaga jarak.

“Dengan kesadaran tinggi, ketenangan dari para santri yang menjalani isolasi mandiri, dukungan semua pihak, dan penerapan prokes yang ketat, akhirnya kami dapat melalui musibah ini. Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Semoga amal baiknya dicatat sebagai ibadah di mata Allah SWT,” kata Kiai Badrun.

“Untuk sementara semua proses KBM di pesantren dan sekolah kami lakukan secara online, sambil menunggu perkembangan selanjutnya. Semoga pandemi ini segera berahir sehingga kehidupan pesantren dan sekolah bisa berjalan dengan normal kembali,” pungkas Kia Badrun.***

You might also like