TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Penahanan Mantan Menteri KKP Eddy Prabowo Diperpanjang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin memperpanjang masa penahanan mantan menteri kelautan dan perikanan Edhy Prabowo. Edhy ditahan sejak ditetapkan sebagai tersangka suap perizinan ekspor benih lobster pada Rabu (25/11). Penambahan masa tahanan tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan perkara.

Dalam kasus ini, KPK juga mulai melakukan penelusuran aliran dana yang diterima Edhy dan staf khususnya, Andreau Pribadi Misata (APM), dari pihak lain. Pada Jumat pekan lalu, KPK telah memeriksa dua orang saksi, yaitu sekretaris pribadi Menteri Juliari, Fidya Yusri dan Anggia Putri.

“Diperiksa penyidik seputar pengetahuan saksi mengenai dugaan adanya aliran uang yang diterima tersangka APM dan EP kepada pihak lain yang diduga bersumber dari perizinan ekspor benur di KKP,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (14/12).

Di saat yang bersamaan, KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap Andreau Pribadi Misata dan tersangka dari pihak swasta, Amiril Mukminin (AM). Keduanya adalah tersangka dalam kasus itu.

“Saksi AM dikonfirmasi penyidik terkait pengetahuan saksi soal dugaan penerimaan uang yang diterima tersangka EP dari pihak-pihak yang berhubungan dengan perizinan ekspor benih lobster,” katanya.

KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah Edhy Prabowo, staf khusus menteri KKP Safri, pengurus PT ACK Siswadi, staf istri menteri KKP Ainul Faqih, Andreu Pribadi Misata, dan Amiril Mukminin. Kemudian, Direktur PT Duta Putra Perkasa Suharjito yang diduga telah menyuap enam tersangka lainnya sebesar Rp 9,8 miliar.

You might also like