TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Keberatan Atas Kesaksian Mantan Kasat Narkoba Polresta Padang Sidempuan

Sidang lanjutan perkara 327 kilo ganja polres Kota Padang Sidempuan beragendakan pemeriksaan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Sorimuda dari Kejati Sumut diantaranya saksi Zulfan Efendi Lubis, Samputra Zebua, Ricardo Sinaga Ditnarkoba Polda Sumut  dan Charles Panjaitan Kasat Narkoba Kota Padangsidempuan dihadapkan kedepan persidangan sebagai saksi dengan terdakwa Witno Suwito dkk dipimpin majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong dan anggota hakim Jarihat Simarmata dan Bambang diruang sidang Cakra3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu ( 02/12/2020).

Keterangan Zulfan didepan persidangan didampingi dua juniornya mengatakan, saksi dan Tim menangkap para terdakwa didepan Ditresnarkoba Polda Sumut saat dilakukan penyerahan dari Satnarkoba Polres Tapsel ke Ditresnarkoba Polda Sumut dilanjutkan ke propam. Selain itu barang bukti 19 karung ganja berat 327 kilo.

Sedangkan Samputra Zebua bersama tim dari poldasu berkordinasi dengan polres Tapsel menangkap Edy Heriyanto Ritonga alias Gaya. Karena sebelum penangkapan ke 8 anggota Satres narkoba Tapsel mendapat informasi dari masyarakat ada anggota Satresnarkoba kota Padangsidempuan mengambil ganja dari rumah gaya dengan menggunakan mobil Honda jaz.

Sementara saksi AKP Charles Panjaitan mantan Kasat Narkoba kota Padang sidempuan mendapat info dari anggota ada penemuan dan mengamankan ganja di kebun kelapa sawit PTPN3 sebanyak 19 karung. Setelah mendapat info dari Kanit. Saksi AKP Charles mendatangi lokasi penemuan tersebut.

Sesampainya AKP Charles di perkebunan kelapa sawit sudah gelap dan sudah banyak orang selain anggota saksi. Ganja 19 karung tersebut ditutupi dengan pelepah sawit. Kemudian saksi dan anggotanya membawa ganja ke polres Kota Padangsidempuan. Beberapa hari kemudian dilakukan rilis barang temuan itu didepan kantor dipimpin wakil Kapolres.

Ketika ditanya saksi AKP Charles kepada Kanit, “siapa pemilik ganjanya, mana orangnya kepada Kanit”. Spontan Kanit mengatakan “sudah kabur, melarikan diri, ” terang saksi AKP Charles menirukan ucapan Kanit.

Dikatakan saksi AKP Charles, Sebelum peristiwa 8 Pebuari Kasat menggelar apel pagi dan memberi arahan untuk melakukan operasi razia narkoba di wilayah hukumnya. Selain itu saksi juga mengakui ada pernah mendengar pihak Polres Tapsel menemukan ganja dari wilayah hukum Polres Kota Padang Sidempuan seberat 200 kilo lebih.

Ketika ditanya kembali ketua majelis hakim Tengku Oyong SH, “apakah sebelum penemuan ratusan ganja tersebut ada laporan?, menjawab itu saksi pun menyatakan tidak ada,” terang mantan Kasat narkoba tersebut.

Nah lanjut hakim, saat penemuan ganja ratusan kilo apakah ada melaporkan pada saksi? ” Ada pak hakim. Apakah itu  hasil apel pagi yang anda sampaikan? ” Saksi menjawab “tidak, itu temuan mereka dilapangan pak hakim”.

Langsung hakim Oyong mengatakan, ” aneh saya melihat perkara ini. Selaku petugas negara sudah capek- capek melaksanakan tugasnya, Kog malah ditangkap. Kan biasanya petugas menangkap menemukan, membawa narkoba hasil tangkapan. Bahkan dibawa kekantor sudah di pres rilis ditangkap,” terang hakim tersebut pada saksi mantan Kasat narkoba Kota Padang Sidempuan itu. Namun saksi tidak dapat menjawab hanya tertunduk.

Hakim anggota dua, Bambang juga  melihat perkara ini merasa ganjil dengan apa yang disampaikan AKP Charles dipersidangan.

“Masa anda tidak tahu dengan apa yang dilakukan oleh anggota anda, setahu saya anggota selalu melaporkan kejadian apapun dilapangan. Ya terserah anda, kalau mereka bersaksi pasti anda sebagai atasan pasti terseret dalam kasus ini?,”ucapnya lagi.

Dikatakannya lagi ( hakim- red), karena dalam hal ini anda selalu mengatakan tidak tahu dan tak ingat saat ditanya sekaitan kejadian yang menimpa personil anda dan waktu kejadian masih memimpin mereka di Satresnarkoba Polres Kota Padangsidempuan.

You might also like