TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Kasus Dugaan Korupsi Drainase di Dinas PU Tapteng Segera ke Pengadilan Tipikor

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek drainase/rehabilitasi di Dinas PU Tapanuli Tengah. Ketiga tersangka dititipkan di Rutan Tanjung Gusta Medan untuk segera menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Medan.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian SH MH, ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurutnya, kasus dugaan korupsi itu sudah tahap dua pada Senin (7/12/2020) lalu. Berkas perkaranya dari tim penyidik saat itu diterima langsung oleh  Aspidsus Kejatisu, Agus Sahat Lumban Gaol.

Disebutkan, kasus dugaan korupsi itu menjerat tiga tersangka masing-masing Sahrul, Unggulan Sitorus dan Hotman Simanjuntak. Para tersangka diduga diduga melakukan tindak pidana korupsi pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU no 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

“Ketiga tersangka tersebut oleh penuntut umum dititipkan ke Rutan Tanjung Gusta selama 20 hari ke depan,” jelas Sumanggar beberapa waktu lalu.

Informasi diperoleh menyebutkan, kasus dugaan korupsi itu terjadi pada proyek drainase/rehabilitasi Dinas PU Tapanuli Tengah di Desa Sorkam Barat Kecamatan Sorkam Barat. Proyek itu bersumber dari dana DAK Tambahan TA 2015 berpagu Rp2.000.000.000,00 dengan nilai kontrak Rp.1.866.999.900,00.

Pengusutan dugaan korupsi itu dimulai karena ada pengaduan masyarakat terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian meningkat menjadi penyidikan. Selanjutnya  penyidik berhasil mengungkap adanya dugaan korupsi pada paket tersebut dengan cara mengurangi volume dan tidak sesuai spesifikasi yang menimbulkan kerugian negara berdasarkan audit BPKP Sumut  sebesar Rp 731.185.605,00. Kasus ini kemudian  dilakukan pelimpahan tahap II oleh penyidik Kejatisu ke penuntut umum untuk dilanjutkan ke Pengadilan Tipikor Medan.

Ditambahkan, penyidik menetapkan empat orang tersangka, tetapi satu meninggal yaitu alm Ardiansyah Nasution dengan jabatan Direktur Teknis sehingga tinggal tiga tersangka yakni Sahrul selaku Ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Unggulan Sitorus selaku PPK kegiatan dan Hotman Simanjuntak selaku rekanan.

Dari ketiga tersangka, ada satu yang dipanggil penyidik sebanyak tiga kali yaitu Hotman Simanjuntak namun tidak koperatif dan selalu mangkir sehingga dinyatakan DPO sejak November 2018, dan dilakukan penangkapan di Desa Ambar Salengkat, Kecamatan  Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara  oleh Tim Tabur Kejatisu. (Nikson Sinaga)

You might also like