PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Habib Rizieq Ditahan Hingga 31 Desember, Wakil Ketua MPR Minta Polisi Tak Berlebihan

Penyidik Polda Metro Jaya menahan tersangka pelanggaran protokol kesehatan M Rizieq Shihab usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam, Sabtu (12/12). Penyidik menahan Rizieq di Rumah Tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya hingga 31 Desember 2020.

“Tersangka menjalani penahanan mulai 12 Desember hingga 20 hari ke depan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Minggu (13/12) dini hari.

Argo menambahkan penyidik memiliki pertimbangan objektif dan subjektif terkait penahanan terhadap Rizieq, antara lain hukuman lebih dari lima tahun, agar tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri, serta tidak melakukan tindak pidana yang sama.

Penyidik Polda Metro Jaya mencecar tersangka pelanggaran protokol kesehatan Habib Rizieq Shihab dengan 84 pertanyaan dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 11 jam. “Di dalam pemeriksaan penyidik memberikan 84 pertanyaan yang ditanyakan kepada tersangka MRS mulai pukul 11.30 WIB dan tadi selesai pukul 22.00 WIB,” kata dia.

Sebelumnya setelah 11 jam lebih pemeriksaan, Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan FPI belum menerima surat penahanan terhadap Habib Rizieq Shihab. “Belum ada surat perintah penahanan atau surat penahanan. Tapi surat perintah penangkapan sudah ada,” katanya di Jakarta, Sabtu (12/12) malam.

Munarman mengaku belum memahami alur penyidikan perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, hingga menjelang Sabtu dini hari. “Besok saya belum tahu. Ini dua jam lagi mau apa saya belum tahu,” katanya.

Munarman juga meminta wartawan untuk tidak berasumsi seputar kemungkinan Habib Rizieq akan ditangkap oleh polisi. “Tidak ada. Itu pertanyaan yang tidak bisa kita jawab. Itu masih nanti seandainya-seandainya,” kata Munarman saat dikonfirmasi wartawan seputar kemungkinan Habib Rizieq akan ditangkap

Terkait pernyataan polisi yang akan menangkap Habib Rizieq, Munarman menganggap hal itu sebagai sesuatu yang tidak wajar sebab tokoh FPI itu ditangkap di kantor polisi. “Pertama-tama lucu saja ditangkap, tapi di kantor polisi. Kedua beliau datang tadi itu sebagai sifat ksatria dari beliau dan beliau menunjukkan bahwa beliau warga negara yang taat hukum,” katanya.

Habib Rizieq dipanggil polisi terkait perkara kerumunan yang ditimbulkan oleh acara pernikahan putrinya, Shafira Najwa Shihab, yang kemudian dilanjutkan dengan acara Maulid Nabi pada 14 November 2020 di Petamburan, Jakarta Pusat.

Habib Rizieq tiba di Mapolda Metro Jaya pada pukul 10.30 WIB dengan didampingi Munarman beserta kuasa hukum. Habib Rizieq dianggap menyerahkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kerumunan Petamburan di tengah pandemi Covid-19 dengan jeratan Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP.

Sementara itu, ada lima orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

 

Wakil Ketua MPR Minta Polisi Tak Berlebihan

Wakil Ketua MPR Fadel Mumahhad meminta agar Polisi tidak berlebihan dalam menangani kasus  Habib Rizieq.

Ia menilai HRS adalah warga biasa yang tak perlu diperlakukan seperti halnya musuh negara. Sebab, jika perlakuan terhadap HRS berlebihan efeknya akan membuat takut rakyat.

“Penanganan Habib Rizieq jangan berlebihan. Dia kan warga biasa. Jangan anggap dia sebagai musuh. Biasa-biasa saja,” kata Fadel di Gorontalo, Sabtu (12/12/2020).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menambahkan pada 17 Desember 2020 mendatang seluruh pimpinan MPR akan menggelar pertemuan khusus membahas masalah politik, hukum dan keamanan nasional.

“Akhir-akhir ini suasana tidak bagus, tegang. Kalau buka medsos rasanya kan risih,” pungkasnya.

“Banyak yang tanya apakah ini tidak pengalihan isu dari pemerintah. Jadi enggak enak saya yang di MPR. Habib Rizieq itu sudah ada sejak zaman Pak Harto. Kenapa baru sekarang,” terangnya.

You might also like