TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Beredar di Medsos, Oknum Lurah Siumbut-umbut Baru Asahan Hina Suku Melayu

Kabar bernuansa SARA beredar di Asahan. Oknum Lurah Siumbut-umbut Baru, Kisaran Timur, ditengarai telah sengaja menghina suku Melayu. Ia diduga secara terang-terangan mengaku tidak nyaman dengan tingkah orang Melayu. Entah apa alasan sang lurah hingga melecehkan etnis Melayu tersebut.

Kabar dugaan penghinaan yang disampaikan Sum, oknum lurah itu tersebar di grup WhatsApp. Tak heran kalau dugaan pelecehan bernuansa SARA itu cepat beredar luas hingga menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Ok Moch Rasyid SE dan Syafruddin Yusuf serta sejumlah tokoh Melayu Asahan dan keturunan Sultan Asahan Tengku R Mutia, Raja Cordex, Haura Syah, Rabu (2/12/2020) merasa kecewa dengan sikap oknum lurah itu.

Oknum berinisial Sum itu di WhatsApp mengatakan ia merasa kurang nyaman melihat tingkah orang Melayu. Tidak dijelaskannya apa yang membuat dirinya tidak nyaman dengan etnis Melayu.

Saat hal ini dikonfirmasi ke oknum lurah itu melalui WhatsApp, ia enggan menjawab pertanyaan wartawan.

Terpisah, Kadis Kominfo Asahan Rahmat Hidayat Siregar melalui Kabid Pemberitaan Arbin Tanjung,  mengaku kecewa dengan ulah oknum lurah itu. Menurut Arbin, sebagai seorang ASN dan pejabat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, oknum lurah itu seharusnya tidak membuat pernyataan yang menyinggung SARA.

“Itu menyinggung SARA, oknum pejabat kok gitu. Saya menyesalkan tindakannya. Akan kami sampaikan ke instansi terkait biar dia diberi sanksi,” ucapnya.

Tokoh Melayu di Asahan, Said dan OK Salman Alfarizi menyesalkan pernyataan oknum lurah tersebut. Mereka pun berniat berdelegasi menemui sang lurah untuk menanyakan kebenaran ucapannya. “Kalau memang ada unsur yang mengandung pelanggaran UU ITE, kami akan melanjutkannya ke aparat penegak hukum,” tutur OK Salman.

Hal senada disampaikan  Ketua Dewan Pembina Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI) Kabupaten Asahan, OK Mohd Rasyid, mengecam keras pernyataan yang mendiskreditkan suku Melayu. “Ini tidak main-main. Ucapannya yang beredar di group WhatsApp itu, sebuah penghinaan. Tidak bisa ditolerir,” sesal OK Rasyid.

Meski begitu, OK Rasyid yakin semua puak rumpun Melayu sangat terbuka untuk tabayyun. Hanya saja, proses hukum terhadap penghinaan itu juga harus berlanjut. “Kita juga meminta Pemkab Asahan untuk segera menindak tegas oknum ASN yang melecehkan martabat bangsa Melayu,” tegas OK Rasyid.   (ok rasyid)

You might also like