TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Ancaman Golput Hantui Pilkada Sulut 2020

Angka kematian akibat wabah pandemi Covid-19 khususnya di Sulut, masih tinggi. Pemerintah daerah terus bergerak cepat untuk menangkan pertarungan melawan virus mematikan itu.

Pemilih tak memilih alias golongan putih (golput) menjadi sorotan masyarakat jelang pesta demokrasi lokal di tujuh Kabupaten dan Kota di Sulawesi Utara pada 9 Desember 2020. Mengambil contoh Kota Manado, lima dari delapan masyarakat yang dijumpai FORUM mengaku akan memilih menjadi golput karena takut tertular virus Corona (Covid-19) jika nanti datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

Sedangkan sisanya, akan melihat perkembangan yang ada. Seperti dikatakan tokoh masyarakat Tikala, Peddy Soetomo, semula dia mengaku akan Golput jika melihat situasi pandemi sekarang ini. Namun dengan seringnya dilakukan sosialisasi tentang keamanan dan kenyamanan sebagai protap dari protokol kesehatan di setiap TPS, dirinya mulai berubah pikiran dan berjanji datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya.

Pandemi Covid-19 yang belum mereda memang menjadi masalah dalam pilkada serentak yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang. Ini pula membuat KPU Kota Manado berpikir keras. Langkah preventif dilakukan, disertai dengan berbagai himbauan agar masyarakat mau dan merasa nyaman saat hadir ke TPS-TPS untuk memberikan hak suaranya.

Dari daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan KPU Kota Manado, untuk  Pilkada pada 9 Desember 2020, tercatat sebanyak 328.539 pemilih. Dibanding  tahun 2015 lalu, saat beberapa kabupaten dan kota di Sulut melaksanakan Pilkada serentak, jumlah pemilih tetap waktu itu mencapai 365.500 pemilih. Artinya, ada selisih lebih penurunan hampir 50 ribu pemilih dibanding lima tahun lalu.

Lantas apa sebabnya? Pada pilkada 2018 lalu, baik pelaksanaan Pilkada sendiri dan jumlah DPT nyaris tak mengalami kendala alias mulus-mulus saja. Namun di tahun 2020, musibah besar sedang mengacam nyawa rakyat Indonesia termasuk Sulawesi Utara.

“Yah, kita sama-sama sudah tahu, betapa ngerinya  wabah pandemi Covid-19 ini setiap saat mengancam nyawa orang,” kata Ketua KPU Kota Manado, Jusuf J. Wowor.

Hal inilah yang menjadi momok besar masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di kota Manado, untuk lebih memilih Golput. Akibatnya, terjadi penurunan jumlah DPT cukup signifikan.

Ketua KPU Manado bersama Sunday Rompas saat serah terima jabatan ketua kepada ketua KPU yang baru Yusuf J. Wowor

“Hal ini tentunya akan menjadi fokus kerja kami. Ini tantangan tapi buat kami bekerja. Nah, bagaimana caranya untuk memberikan edukasi yang positif kepada masyarakat, tentunya kita harus sering melakukan sosialisasi dengan masyarakat. Terutama soal edukasi protokol kesehatan yang baik dan benar,” paparnya.

Dia melanjutkan, untuk memberikan edukasi itu pihaknya sudah melakukan berbagai macam sosialisasi kepada DPT di kota Manado. Di antaranya, terus meyakinkan kepada masyarakat agar jangan takut ke tempat pemungutan suara. Tidak perlu khawatir dengan akan tertularnya wabah penyakit ini. Karena setiap TPS yang tersebar di 11 kecamatan di kota Manado, yakni sebanyak 979 TPS, untuk tetap siaga dan tegas dalam menjalankan protokol kesehatan secara baik dan benar.

Mereka yang teribat tugas kerja sebagai panitia di TPS-TPS, semisal panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), panitia pendaftaran pemilih (PANTARLI) dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), mereka juga wajib melakukan rapid test.

Selain itu di setiap TPS, akan disediakan berbagai keperluan penting untuk mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan. Seperti, penyediaan tempat untuk mencuci tangan, sabun, termometer, masker, sarung tangan, hand sanitizer sampai baju APD buat petugas. Semua perlengkapan itu sudah tersedia di setiap TPS.

Pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020, KPU kota Manado, telah menetapkan empat pasangan calon Waikota/Wakil Walikota Manado. Ke empat Paslon itu masing-masing  Andrei Angouw/Richard Sualang, yang diusung PDIP dan Gerindra, Mor Dominus Bastian/Hanny Joost Pajouw, Demokrat dan PAN, Julyeta Paulina Amelia Runtuwene/Harley Mangindaan, PSI dan Perindo serta Selviana Kembuan/Syarifudin Saafa, PKS dan Hanura.  Hendra Lumempouw (Sulawesi Utara)

You might also like