PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Soal Berkas Djoko Tjandra ke KPK, Ini Penjelasan Kejagung!

Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan seluruh berkas perkara suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) yang menjerat Djoko Tjandra ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan bahwa seluruh berkas perkara hasil penyidikannya yang diserahkan ke KPK pada Kamis (19/11/2020) lalu, bukan alat bukti baru yang dimiliki penyidik pidana khusus (pidsus) Kejagung.

“Kita serahkan berkas perkara Djoko Tjandra. Sebelumnya kan sudah dikoordinasikan antara pihak KPK dan kejaksaan dengan memberi tanda mana saja berkas yang diminta (KPK),” kata Febrie dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Ia mengatakan tidak ada alat bukti yang diserahkan ke KPK, hanya berkas perkara yang kini disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Penyerahan berkas, setelah kedua penegak hukum melakukan diskusi terkait penanganan perkara skandal Djoko Tjandra, terutama dugaan suap dan gratifikasi pengurusan fatwa MA.

“Nggak (ada alat bukti), cuma berkas perkara, karena sudah masuk sidang. Kita diskusi dan itu hal yang mudah antar sesama penegak hukum untuk kepentingan penanganan perkara,” ujar Febrie.

Menurut dia, dalam diskusi tersebut, tidak ada pembahasan terkait pengembangan kasus Djoko Tjandra yang akan dilanjutkan oleh lembaga anti rasuah tersebut.

“Tidak sampai ke sana (pengembangan perkara Djoko Tjandra). Teman-teman KPK diskusi penguatan saja,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima berkas penangan kasus Djoko Tjandra dari Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri.

“Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas supervisi, saat ini KPK telah menerima berkas dokumen yang diminta, baik kepada Kejaksaan maupun Kepolisian,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (19/11/2020).

Ia mengatakan, KPK selanjutnya akan meneliti dan menelaah dokumen-dokumen tersebut.

“Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya.

You might also like