TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Sanksi Disiplin Untuk Anggota TNI Yang Teriak Allohu Akbar Saat Habib Rizieq Datang

Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) pada Selasa 10 November 2020 lalu memang menyita banyak perhatian publik.

Pengamanan pun dilakukan oleh aparat gabungan, dari kepolisian hingga anggota TNI

Namun saat pengamanan berlangsung, beredar viral video oknum anggota TNI yang berteriak sambut Habib Rizier meski masih bertugas dan berseragam TNI

“Kami bersamamu Habib Rizieq ,” begitu teriak oknum anggota TNI itu yang lantas viral di media sosial.

Pihak Kodam Jaya pun tak menampik video tersebut. Pgs Kapendam Jaya Kolonel Inf Refki Efriandana Edwar mengatakan, video berdurasi 17 detik itu memang benar adanya

Adalah Kopda Asyari, anggota Kompi A Batalyon Zeni Tempur 11 Kodam Jaya, yang dalam video berdurasi 17 detik terekam mengatakan “kami bersamamu, imam besar habib Rizieq Shihab. Takbir. Allahu Akbar.”

Ketika itu ia sedang dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta. Pada hari itu, 10 November, Rizieq dikabarkan sampai Indonesia setelah tiga tahun tinggal di Arab Saudi. Orang-orang berbondong-bondong menyambutnya. Video viral dan jadi perbincangan warganet.

Asyari dituding tidak netral sebagai aparat, selain ada pula yang mendukungnya. Atasannya menyimpulkan Asyari bersalah. Pejabat Sementara Kepala Penerangan Kodam Jayakarta Kolonel Inf Refki Efriandana Edwar mengatakan karena pernyataan ini seakan-akan tentara menyambut pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu, yang notabene oposisi pemerintah, padahal tugas pagi itu adalah mengamankan Bandara Soetta yang merupakan objek vital.

“Dan yang paling utama, yang bersangkutan telah melanggar Sumpah Prajurit ke-5, yakni ‘memegang segala rahasia tentara sekeras-kerasnya’. Tidak seharusnya dalam menjalankan tugas yang bersangkutan sesumbar dan membagikan ke publik,” ucap Refki kepada wartawan Kamis (12/11/2020).

Sesuai hasil pemeriksaan internal, Pangdam Jaya sebagai Perwira Penyerah Perkara memutuskan kasus diserahkan kepada Atasan yang Berhak Menghukum, yakni Komandan Batalyon Zeni Tempur 11. Yang bersangkutan bakal diberikan sanksi disiplin, sebagaimana tercantum dalam Pasal 8 huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

You might also like