PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Pilpres AS Rusuh! Polisi Tangkap 60 Orang Lebih

Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat diwarnai kericuhan. Aksi damai ratusan demonstran di New York,  Rabu (5/11/2020) malam hingga Kamis (6/11/2020) pagi waktu setempat berujung kerusuhan. Kepolisian New York bahkan menangkap sedikitnya 50 orang akibat kerusuhan itu. Sementara di Portland  polisi mencokok 10 demonstran.
Seperti dilansir ABC7 New York, mulanya, ratusan demonstran turun ke jalan di Manhattan pada Rabu pagi. Mereka menggemakan dukungan “Hitung Setiap Suara” dalam aksinya.

Kelompok itu lantas bergerak menuju Washington Square Park setelah tim pemenangan kandidat petahana Donald Trump mengumumkan kalau mereka akan mengajukan tuntutan hukum di Michigan dan Pennsylvania agar menghentikan penghitungan suara yang sedang berlangsung.
Unjuk rasa bubar dengan damai. Tapi, sekitar satu jam kemudian, ada laporan kerusuhan di dekat Leroy Street dan 7th Ave di Greenwich Village. Bentrokan dengan kepolisian pun terjadi.


Polisi mengumumkan kalau mereka menangkap sedikitnya 50 orang. Kepada ABC News, seorang sumber mengatakan mereka didakwa lantaran menolak penangkapan, perilaku tidak tertib, hingga menghalangi administrasi pemerintah.
Kepolisian New York juga menyita senjata, termasuk kembang api M80 dan taser bertuliskan ‘police’ di atasnya serta pisau. Kepolisian New York pun menyatakan sedang menyiapkan cara-cara baru dalam penanganan para pengunjuk rasa demi meenghindari kekerasan.

Sementara, Kepolisian Portland juga menangkap 10 orang dalam demonstrasi setelah melakukan kerusuhan di pusat kota. Polisi di Portland pun menyita kembang api, palu, dan senapan setelah demonstrasi larut malam, setelah pemungutan suara dalam pemilihan presiden AS.

“Semua demonstrasi dan kerusuhan yang dinyatakan terjadi di pusat kota. Kami telah melakukan 10 penangkapan,” kata juru bicara Kepolisian Portland kepada Reuters.

Demonstrasi juga terlihat di beberapa kota AS lainnya, ketika para aktivis menuntut agar penghitungan suara dilanjutkan tanpa hambatan di beberapa kota, termasuk Atlanta, Detroit, New York, dan Oakland.

Sebelumnya, sekira 100 orang berkumpul untuk acara antaragama, sebelum pawai yang direncanakan melalui pusat kota Detroit, di negara bagian Michigan, berubah menajdi demonstrasi menuntut penghitungan suara penuh dan apa yang mereka sebut transisi kekuasaan secara damai.

Portland memang telah menjadi sasaran demonstrasi sejak kematian George Floyd pada Mei silam, seorang Afrika-Amerika yang meninggal karena kekerasan petugas polisi Minneapolis. Protes pun kadang-kadang berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan polisi serta antara kelompok sayap kanan dan kiri.

You might also like