TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Pemilik Air Softgun Tanpa Izin Dituntut 2 Tahun Penjara 

Sidang lanjutan Kepemilikan Air Softgun dengan terdakwa Joni didampingi Penasehat hikumnya Sahrul beragendakan pembacaan tuntutan pidana oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Anwar Kataren dari Kejati Sumut yang digelar diruang sidang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan dipimpin majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata beranggotakan Tengku Oyong dan Maratua Sagala, Rabu ( 25/11/2020).

Anwar Kataren dalam nota tuntutannya mengatakan, terdakwa Joni terbukti bersalah memiliki Air Softgun tanpa izin sesuai UU Darurat dan memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara. Selain hukuman pidana penjara, barang bukti berupa satu pucuk Air Softgun berikut tabung gas dan 4 butir mimis dirampas negara serta membebani terdakwa membayar ongkos perkara 5 ribu rupiah.

Setelah mendengar tuntutan JPU tersebut penasehat hukum terdakwa Joni akan mengajukan nota pembelaan ( Pledoi) pada persidangan Rabu depan. Mendengar permohonan PH terdakwa Joni, majelis hakim menunda persidangan pada Rabu depan memberi kesempatan pada terdakwa.

Pada persidangan sebelumnya saksi Edy Tuah Saragih yang dibacakan JPU keterangannya, Air Softgun tergolong senjata api yang dipergunakan untuk olah raga dan sejenisnya. Namun walaupun demikian pemilik Air Softgun harus memiliki izin.

“Sesuai PU 20/1960 Jo KEP Kapolri Nomor : SKEP/82/II/2014 JO R/13/I/2005, pengertian senjata api berarti alat apa saja yang sudah terpasang atau pun yang dapat mengeluarkan proyektil akibat perkembangan gas-gas yang dihasilkan dan penyalaan bahan yang mudah terbakar didalam alat tersebut, dan termasuk senjata buatan sendiri seperti senjata rakitan, serta tambahan yang dirancang atau dipasang pada alat demikian. Senjata api tiruan berarti benda apa saja yang serupa dengan senjata api yang layak disangka senjata api termasuk softgun,” terang saksi yang dibacakan JPU.

Masih dalam kesaksiannya bahwa merujuk keputusan Kapolri Nomor Polisi : SKEP/82/II/2004, tanggal 16 Februari 2004 tentang petunjuk pelaksaan pengawasan dan pengendalian senjata api Non Organik TNI/Polri bahwa senjata yang menyerupai senjata api (air softgun) senapan angin (air rifle) tersebut termasuk peralatan keamanan yang digolongkan senjata api.

(AP)

You might also like