PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Pembetonan Jalan Karya Sembada Oleh PU Medan Diduga Berbau Korupsi

Pekerjaan peningkatan jalan pembetonan di Jalan Karya Sembada Kecamatan Medan Amplas dengan dana sekira Rp 5 milliar lebih diduga berbau korupsi karena sudah rusak.

Menurut  Ketua Umum DPP LSM Gerakan Anti Korupsi  (Gertak) Hendra Hutagalung, berdasarkan temuan lapangan, pekerjaan jalan pembetonan yang  bersumber dari APBD TA 2019  dan dikerjakan oleh CV DW  itu, diduga dikorupsi. Buktinya, jalan cepat rusaknya karena dalam pelaksanaan pekerjaan ditengarai memakai bahan batu pecah dicampur bahan batu licin.

“Kemungkinan kebanyakan pasir dan tidak bersih. Pondasinya tidak padat sehingga terjadi penurunan akibat tekanan beban kendaraan dari atas yang mengakibatkan jalan retak/rusak,” tutur Hendra, Minggu (15/11/2020).

Dikatakan Hendra ,pekerjaan pembetonan itu dikerjakan saat hujan, kebanyakan menggunakan air, ukuran besinya pun 9 mm dan sudah karatan, diduga besi bekas. Kemudian di plang proyek tidak ditemukan tanggal dimulainya pekerjaan sehingga tidak dapat diketahui apakah pekerjaan itu terlambat atau tidak. Apalagi dalam melaksanakan pekerjaan tidak ada penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Kadis PU Medan Zulfansyah, ujar Hendra, telah disuratinya untuk klarifikasi terhadap temuan mereka pada 16 September 2020. Anehnya, surat  tidak direspon tetapi ada seorang bernama LS yang mengaku utusan Zulfansyah yang bukan ASN di Dinas PU Medan, meminta untuk bertemu dengan pihak LSM Gertak untuk mejalin komunikasi. “Masa yang diutus bukan ASN PU bang,” ujar Hendra.

Terkait langkah selanjutnya, Hendra Hutagalung mengungkapkan dalam waktu dekat akan membuat laporan pengaduan kepada institusi penegak hukum. Sementara Kadis PU Medan Zulfansyah yang dikonfirmasi melalui kontak hp dan wa terkait surat klarifikasi LSM Gertak dan LS yang mengaku utusannya untuk komunikasi dengan Hendra Hutagalung tidak menanggapi.

(Nikson Sinaga)

You might also like