TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Pakai Cek Kosong, Rusdi Taslim Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan menuntut terdakwa Rusdi Taslim selama 3 tahun 6 bulan penjara dalam persidangan lanjutan yang berlangsung di ruang Cakra III Pengadilan Negeri Medan, Kamis (26/11/2020), secara vidio call Whatsapp.

Tuntutan yang dibacakan JPU Vina Monika dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Sapril Batubara serta dua anggota hakim Sri Wahyuni dan Ahmad Sumardi serta penasehat hukum dan terdakwa secara virtual.

Dalam nota tuntutan penuntut umum menerangkan, terdakwa terbukti bersalah memberikan cek senilai Rp609 juta kepada Halomoan (korban, red) yang saat diuangkan tidak ada dana atau kosong (Pok).

Selain itu juga menyebutkan cek senilai Rp609 juta merupakan pembayaran modal Rp470 Juta yang dititipkan Halomoan sedangkan sisanya Rp139 juta merupakan keuntungan yang disepakati keduanya.

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga Senin (30/11/20) dengan agenda memberi kesempatan kepada Penasehat Hukum (PH) terdakwa membacakan nota pembelaan (Pledoi).

Sebagaimana diketahui perkara ini bermula saat terdakwa mendatangi korban mau pinjam modal untuk pengerjaan proyek Pasar Horas di Pematangsiantar.

Untuk menyakinkan korban terdakwa menawarkan keuntungan hingga akhirnya sampailah pada jatuh tempo waktu pembayaran pada Oktober 2018.

Namun bukannya dibayarkan terdakwa malah meminta penundaan hingga Februari 2019, untuk meyakinkan korban, terdakwa memberikan cek dua lembar. Akan tetapi saat dicairkan oleh korban  sesuai  intruksi terdakwa ternyata dananya kosong.

Meski dikonfirmasi ulang kepada terdakwa tetap mengulur waktu hingga maret dan april. Karena tidak ada itikad baik maka korban melaporkannya Rusdi Taslim ke polisi.

 

(Apri)

You might also like