TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Oknum Polisi Pengedar Narkoba Dituntut 7 Tahun Penjara

 

Andi Arvino merupakan oknum polisi bertugas di Mapolrestabes Medan dituntut pidana penjara oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejari Medan, M. Rizqi Darmawan dengan hukuman 7 tahun penjara denda 1 miliar subsider 6 bulan penjara dalam sidang secara Virtual diruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (24/11/2020).

Tuntutan M.Rizqi didalam persidangan yang diketuai Dahlia Panjaitan, juga mennguraikan  bahwa terdakwa mengedarkan sabu seberat 0,34 gram saat ditangkap petugas Propam Polrestabes Medan.

Sementara itu usai sidang, JPU M Risqi Darmawan yang diwawancarai wartawan mengatakan, terdakwa Andi ditangkap karena menjadi pengedar sabu.

“Atas printah Kasi Propam, kabarnya terdakwa ini pengedar (sabu). Kalau pengakuannya tidak salah sudah 3 kali. Kemudian saat ditangkap bapak-bapak Propam ini, didapatilah sabu sisa pakai di kaca pirex. Dan saat di tes urine, positif,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan kesaksian dua personil Propam Polrestabes Medan, Buchori dan Deni Hamdani pada persidangan sebelumnya, penangkapan terhadap terdakwa atas perintah Kasi Propam Polrestabes Medan.

“Kami diperintahkan Kasi Propam pak hakim, untuk menggeledah rumah terdakwa. Dan saya temukan pipet sisa pakai dari saku sebelah kiri baju dinasnya pak hakim,” ungkap kedua saksi.

Sebagaimana isi dakwaan, perkara ini bermula saat Andi menemui penjual narkotika jenis sabu di Jalan Kapten Muslim Kota Medan. Setelah menerima sabu tersebut, terdakwa membawa sabu ke Blok B RTP Polrestabes Medan untuk diberikan kepada Benget (belum tertangkap dan masuk dalam daftar pencarian orang).

“Setelah terdakwa menyerahkan sabu tersebut ke Blok B RTP Polrestabes Medan, yang mana Benget sudah menunggu di tempat tersebut lalu Benget memberikan uang sebesar Rp600 ribu, sebagai upah terdakwa menjemput sabu tersebut,” kata JPU

Setelah itu katanya, pada hari Jumat tanggal 14 Februari 2020 Andi menerima uang sebesar Rp 1 Juta dari saksi Wilson E. M. Sitorus, untuk mengambil sabu di Jalan Aksara Kota Medan, lalu terdakwa pergi menjemput sabu tersebut.

Sesuai arahan Wilson setelah bertemu dengan penjual sabu tersebut, Andi menerima 1 gram narkotika jenis sabu dari penjual sabu tersebut, kemudian Andi menyerahkan uang sebesar Rp.500 ribu kepada penjual sabu.

Selanjutnya Andi membawa sabu tersebut ke Blok B RTP Polrestabes Medan. Setelah sampai Andi menyerahkan sabu tersebut kepada  Wilson, kemudian Wilson memberikan uang sebesar Rp500 ribu, kepada Andi sebagai upah mengambil sabu tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri Cabang Medanberkesimpulan bahwa barang bukti berupa satu pipa kaca berisi kristal berwarna putih dengan berat brutto 0,34  gram milik Andi Arvino adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I,” kata JPU.

 

(Apri)

You might also like