TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Kuasai 327 Kg Ganja, 8 Oknum Polres Padang Sidempuan Buat Skenario Narkotika tak Bertuan

Sidang lanjutan 8 anggota Polres Kota Padang Sidempuan dituduh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Abdul Hakim Sorimuda Harahap dari Kejaksaan Tinggi Sumut menguasai 19 karung ganja seberat 327 kg digelar di ruang sidang Cakra 3 oleh majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata dan hakim anggota Tengku Oyong dan Bambang SH, Rabu (18/11/2020).

Sidang lanjutan tersebut beragendakan pemeriksaan keterangan dua saksi dari anggota polisi Ditnarkoba Polda Sumut yakni, Bengsen Gultom dan Arjuna yang ikut menangkap para terdakwa. Kedua saksi dihadirkan JPU ke depan persidangan.

Menurut keterangan saksi – saksi, mereka melakukan penangkapan terhadap 8 anggota Polres Kota Padang Sidempuan di depan Ditnarkoba Poldasu tanggal 9 Maret 2020 sekira pukul 13.30. wib.

Selanjutnya barang bukti 327 kg di dalam 19 karung disita oleh tim untuk ditindak lanjuti. Kemudian besok harinya tim menangkap warga sipil bernama Heriyanto alias Gaya dan diboyong ke komando untuk diproses lebih lanjut.

Dikatakan saksi – saksi, kesemua tersangka diserahkan langsung ke penyidik Iptu Sirait. Ketika pertanyaan dilontarkan Penasehat Hukum (PH) Salman Alariji Simanjuntak SH, ” apakah polisi bisa menangkap orang membawa narkoba tanpa ada surat izin?”… ” Kami selalu membawa surat izin jadi gak perlu minta izin lagi,” terang saksi Bengseng Gultom pada PH para terdakwa.

Kemudian hakim ketua Jarihat menerangkan pada PH para terdakwa bahwa gak perlu itu ditanya pak penasehat hukum lihat aja KUHAP, ” ucap hakim tersebut.

Selanjutnya hakim bertanya pada saksi-saksi. “Kenapa petugas polisi dari Sat Narkoba Polres Padang Sidempuan membawa narkoba jenis ganja ke Poldasu ditangkap polisi,” sambil terheran- heran.

Bengseng mengatakan, “kami dapat perintah pimpinan pak hakim, namanya perintah kami jalankan,” jelas saksi.

Kembali PH para terdakwa menanyakan pada saksi- saksi. “Apakah saksi- saksi mengetahui kalau barang bukti temuan 19 karung ganja sudah di pres relis di Polres Padang Sidempuan?”…. Saksi – saksi mengaku tidak tahu dihadapan majelis hakim.

Informasi dari seseorang bernama Heriyanto alias Gaya, Polres Padang Sidempuan menemukan 19 karung ganja. Setelah mendengarkan informasi tersebut saksi bersama tim dikomandoi oleh Kanit.

Usai mendengarkan keterangan saksi- saksi, majelis hakim meminta tanggapan para terdakwa. Menurut para terdakwa, mereka tidak kenal dan tidak melihat para saksi- saksi pada peristiwa itu. Selanjutnya majelis hakim menunda persidangan hingga Rabu depan untuk memberi kesempatan kepada JPU menghadirkan saksi- saksi lainnya.

Pada persidangan sebelumnya disebutkan, perkara ‘dilepaskannya’ pemilik 327 kg narkotika golongan I jenis daun ganja kering oleh delapan terdakwa oknum petugas dari Polres Padangsidimpuan dan seorang supir, Rabu (23/9/2020), mulai disidangkan secara virtual (video conference) di Ruang Cakra 7 PN Medan.

JPU dari Kejati Sumut Abdul Hakim Harahap dalam sidang perdana pembacaan dakwaan menjerat para terdakwa dengan pidana berbeda.

Bermula dari terdakwa Maratua Pandapotan selaku Kanit Resnarkoba Polres Padangsidimpuan menelepon seluruh anggota supaya kumpul ke Posko pada Doorsmer Sahran Motor Jalan Merdeka Padangsidimpuan Utara.

Terdakwa kemudian memberikan arahan kepada anggotanya. Yakni terdakwa Bripka Rudi Hartono, Bripka Witno Suwito, Brigadir Andi Pranata, Brigadir Antoni Preddi, Brigadir Dedi Aswaranas, Brigadir Amdani Damanik, serta Briptu Rory Miryam Sihite. Arahannya tentang rencana penangkapan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Terdakwa Bripka Witno Suwito pun kemudian mengusulkan agar personil terbagi menjadi dua tim. Witno Suwito, Brigadir Andi Pranata, beserta Brigadir Amdani Damanik melakukan pengembangan dengan menggunakan mobil Honda Jazz putih. Sedangkan terdakwa Maratua Pandapotan dengan yang lainnya masih berada dalam posko.

Tidak lama kemudian, Bripka Witno Suwito menelepon terdakwa agar menyediakan mobil dinas (Daihatsu Terios-red). Lewat sambungan ponsel terdakwa Maratua selanjutnya menanyakan posisi tim terdakwa Witno Suwoto. Terdakwa Brigadir Amdani Damanik mengarahkan Tim Maratua di Jalan Abdul Jalil Nasution, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Tim yang menumpang mobil Daihatsu Terios berangkat menuju Kampung Darek Pinggiran Bukit Padangsidimpuan Selatan untuk bertemu terdakwa lainnya, Bripka Witno Suwito dan Brigadir Amdani Damanik

Terdakwa Edi selaku supir ke lokasi pengambilan ganja dan masukkan barang bukti ke dalam mobil.

Tim terdakwa kemudian melakukan pengembangan dengan mengerahkan mobil Honda Jazz milik Brigadir Andi Pranata tidak jauh dari gedung pesantren. Kemudian mengamankan beberapa karung plastik berisi daun ganja kering.

Namun setahu bagaimana, terdakwa Bripka Witno Suwito membuat skenario seolah ganja yang baru mereka amankan tersebut tidak bertuan. Tidak mau debat kusir, terdakwa Maratua Pandapotan selaku Kanit Resnarkoba pun mengalah.

Sebanyak 15 karung berisi daun ganja kering tersebut mereka masukkan ke dalam mobil Daihatsu Terios dan empat karung lainnya ke dalam mobil Honda Jazz. Kemudian terdakwa Maratua memberikan laporan kepada Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan seolah tersangkanya berhasil kabur. Jajaran Polda Sumut akhirnya berhasil mengungkap ‘skenario’ para terdakwa itu.

 

 

(Apri)

You might also like