TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Kejagung Periksa 3 Direktur Perusahaan Swasta Terkait Kasus Jiwasraya

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tiga direktur perusahaan swasta dalam perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ketiganya diperiksa sebagai saksi.

Ketiga direktur itu adalah Direktur Utama PT Utama Daya Kapital, Wijaya Mulya; Direktur PT Utama Daya Kapital, Krisanwati Purnaningrum; dan Direktur Utama PT Tresure Fund Investama, Dwinanto Anggoro.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, menyatakan, dua saksi dari PT Utama Daya Kapital diperiksa untuk tersangka Direktur PT Himalaya Energi, Piter Rasiman. Sedangkan Dwinanto diperiksa mewakili PT Tresure Fund Investama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korporasi.

“Ketiga saksi diperiksa karena diduga mengetahui tentang jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya di BEI (Bursa Efek Indonesia),” tuturnya dalam keterangan resminya, Rabu (25/11/2020).

Menurut Hari, penyidik masih mempersiapkan penyelesaian berkas perkara ke-13 tersangka korporasi sampai saat ini. Namun, telah memiliki target pelimpahan tahap kedua.

“Masih proses, ya (pemberkasannya),” ucapnya.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Kejagung menetapkan tersangka Piter pada 12 Oktober 2020. Tim penyidik langsung menahannya di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan.

Piter diduga dengan sengaja bekerja sama dengan dua terdakwa sebelumnya membuat perusahaan yang digunakan untuk “menggoreng” saham Jiwasraya. Perusahaan tersebut dulu bernama PT HD Capital. Terkait kasus ini, Piter dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

You might also like