TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Gerindra Asahan Memanas, 7 Anggota DPRD Mosi Tak Percaya

Konstalasi politik di internal DPC Partai Gerindra Kabupaten Asahan memanas. Buktinya, tujuh anggota DPRD Asahan dari Gerindra menyatakan sikap dengan mengirim surat mosi tidak percaya kepada Ketua DPC Gerindra Asahan, Baharuddin Harahap, yang juga Ketua DPRD Asahan.

Mosi tidak percaya itu mencuat setelah Partai Gerindra menetapkan calon bupati / wakil bupati yang diusung di Pilkada Asahan yakni pasangan Nur Azizah – H Hendri Siregar. Sebab, Ketua DPC Baharuddin Harahap disinyalir tidak mengamankan/mendukung calon yang diusung partai, tapi diduga justru malah mengarahkan tim kampanye caleg dan beberapa pengurus DPC Gerindra Asahan untuk memilih pasangan calon yang tidak diusung partai.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Selasa (10/11/2020), mosi tidak percaya yang dilayangkan 7 anggota DPRD Asahan sangat beralasan. Soalnya, sikap ketua yang disebut-sebut tidak mendukung calon yang diusung partai itu, dapat mengganggu gerak mesin partai dalam Pilkada dan roda organisasi.

Dilaporkan, ada tiga asalan 7 anggota DPRD Asahan menyatakan mosi tidak percaya dan melakukan tindakan perlawanan terhadap Ketua DPC Gerindra Baharuddin Harahap. Alasan pertama, Baharuddin diduga mengarahkan tim kampanye caleg dan beberapa pengurus DPC Gerindra Asahan untuk memilih pasangan calon bupati yang tidak didukung partai.

Kedua, adanya video yang beredar bahwa Ketua DPC Gerindra Baharuddin Harahap mengarahkan salam 2 jari yang beredar luas di dunia maya.

Terakhir, Ketua DPC Gerindra Asahan Baharuddin Harahap mengabaikan instruksi Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan bahwa seluruh anggota DPRD dan Ketua DPC se-Sumut untuk tidak melakukan kunjungan keluar kota dan berpergian keluar kota meninggalkan Asahan sampai Pilkada selesai.

Anggota DPRD Asahan Fraksi Gerindra, Mansyur Marpaung SH membenarkan adanya mosi tidak percaya itu. “Benar, mosi tidak percaya. Suratnya dikirimkan ke DPP dan DPD Gerindra Sumut,” ucap Mansyur diamini Bambang dan anggota dewan lainnya, Selasa (10/11/2020).

Sebelumnya, 18 PAC Gerindra Asahan juga pernah mengirimkan surat mosi tidak percaya kepada Baharuddin Harahap. Mosi tidak percaya itu disampaikan sebelum partai menetapkan pasangan calon bupati/wakil bupati Nur Azizah Marpaung / H Hendri Siregar. Para pengurus PAC menilai Baharuddin sangat arogan dan tidak amanah dalam menjalankan roda organisasi. Bahkan, seluruh PAC Gerindra di Kabupaten Asahan pernah melaporkan ketua dan sekretaris DPC ke penegak hukum karena tidak transparan dalam menggunakan dana partai yang diperoleh dari APBD yang kasusnya belum ditindaklanjuti aparat hukum.

Ketua PAC Gerindra Meranti, Parulian Siahaan, sangat mendukung apa yang dilakukan anggota 7 DPRD dari Gerindra. Alasannya, Baharuddin dinilai sangat tidak layak menjadi Ketua DPC karena tidak transparan juga tidak koperatif dalam menjalankan fungsi dan tugas serta wewenangnya. Selain itu, tidak pernah melakukan konsolidasi partai secara organisatoris sejak Baharuddin menjadi ketua partai. “Yang paling fatal adalah selama kepemimpinan bersama sekretaris Fitriani Nasution, tidak transparan dan akuntabel dalam menggunakan dana partai. Mereka berdua menjalankan roda partai sesuka hati mereka,” ujar Parulian Siahaan.

Anggota dewan penasehat Gerindra Asahan, Nasir Tarigan, menyesalkan adanya kisruh di internal partai tersebut. Ia mengaku sangat prihatin dengan adanya mosi tidak percaya 7 anggota DPRD Asahan itu kepada Ketua DPC Baharuddin Harahap yang juga Ketua DPRD Asahan. Menurutnya, hal yang sangat memalukan apabila Baharuddin diduga mengarahkan ke pasangan calon lain yang bukan pasangan Nur Azizah-H Hendri Siregar. “Sangat prihatin dan memalukan apalagi saudara Baharuddin diduga mengarahkan ke paslon calon bupati yang lain, bukan kepada pasangan Nur Azizah – H Hendri Siregar, dan sangat tidak beretika apalagi DPP dan DPD Sumut Partai Gerinda sudah merekomendasikan kepada mereka (Nur-Azizah-Hendri Siregar),” sebutnya.

Nasir sepakat adanya sanksi tegas dari partai. “Ini harus ditindak secara organisasi yang ada dalam Partai Gerindra,” ujar Nasir Tarigan seraya berjanji akan mempertanyakan masalah ini ke DPD Sumut dan DPP Gerindra di Jakarta.

“Tidak mendukung calon yang diusung partai, berarti sama saja tidak mengindahkan surat rekomendasi yang diteken Ketua Umum DPP Gerindra, Bapak Prabowo Subianto,” tukas Nasir.

Calon Bupati Asahan dari Partai Gerindra, Brigjen (Purn) Nur Azizah Marpaung tidak bersedia berkomentar. Ia berharap kisruh dapat diselesaikan secara internal. “Biarlah anggota DPRD dan PAC Gerindra Asahan yang menyelesaikan internal partai, karena saya focus lagi turun ke bawah dalam rangka sosialisasi Pilkada ini ke desa-desa,” tutur Nur Azizah tersenyum.

“Adek tanya sama pengurus-pengurus ya,” ujarnya sembari berjalan di sela sela acara kampanye.

(tim/rasyid)

You might also like