TIADA PIDANA TANPA KESALAHAN

Dugaan Korupsi Dahler Dibeber, Kejatisu Diminta Segera Periksa

Forum Bela Petani Indonesia (FBPI) menyoroti dugaan korupsi di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Sumut. Pasalnya, nilai kerugian negara akibat korupsi itu ditengarai sangat fantastis. Karena itulah, FBPI mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera memeriksa Kadis TPH Sumut Dahler Lubis.

Desakan itu diutarakan lewat aksi unjukrasa FBPI yang digelar di Kejatisu, Selasa (10/11/2020) kemarin. Kordiantor aksi, Torang Apta Siregar, meminta Kejatisu memeriksa Dahler Lubis selaku Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Sumut. Selain itu, Kejatisu juga diminta memeriksa dugaan korupsi yang melibatkan Dahler Lubis saat menjabat Kepala Dinas Ketahahan Pangan dan Peternakan Sumut.

Saat menjabat Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Dahler disebut-sebut masuk dalam pusaran dugaan korupsi pembangunan lumbung pangan, pengadaan ternak sapi dan kambing senilai Rp 8 miliar. Kemudian, saat menjabat Kadis TPH, sosok Dahler juga diduga terjerat dalam lingkaran indikasi korupsi pengadaan alat mesin pertanian, penyelewengan dana refocusing untuk membantu petani terdampak Covid-19 senilai Rp 58 miliar bersumber dari APBD Sumut.

Selain itu, FBPI dalam aksinya juga meminta Kejatisu mengusut dugaan korupsi pengadaan bibit dan sarana pertanian dan pengembangan bawang merah, aneka cabai dan bawang putih sekira Rp 28 miliar yang bersumber dari APBD Sumut. “Kami minta kasus korupsi ini jangan di-SP3kan,” teriak Torang disambut teriakan massa aksi.

Torang Siregar dalam orasinya mengungkapkan, kinerja Dinas TPH Sumut dinilai berbanding terbalik dengan program pembangunan sebagaimana dicanangkan Presiden Joko Widodo guna menopang sektor pertanian dan peternakan. Namun sayangnya sejumlah kasus dugaan korupsi justru menggelinding di Dinas TPH Sumut dan belum ada satu pihak pun yang dimintai pertanggungjawaban hukum oleh penyidik pada Kejati Sumut.

Demonstran mendesak petinggi di Kejati Sumut mengusut tuntas 5 kasus dugaan korupsi yang sempat menyita perhatian publik.

Pertama, kasus dugaan korupsi terkait pembangunan lumbung pangan ketika Dahler Lubis menduduki jabatan Kadis TPH Sumut.

Kedua, kasus dugaan korupsi disebut-sebut sudah memasuki tahapan penyidikan (dik) di Kejati Sumut yakni proyek pengadaan bibit dan sarana pertanian pengembangan bawang merah, aneka cabai senilai Rp28 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD Sumut.

Ketiga, kasus dugaan penyelewengan dana refocusing terdampak pandemi Covid-19 yang ditampung pada APBD Sumut senilai Rp58 miliar.

Keempat. kasus dugaan korupsi terkait pengadaan sapi dan kambing senilai Rp8 miliar, juga ketika Dinas TPH Sumut dipimpin Dahler Lubis.

Kelima, kasus dugaan penyelewengan dana pengadaan alat mesin pertanian dan jalan usaha tani di Dinas TPH Sumut.

Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian saat menerima aksi massa FBPI mengatakan Kejatisu akan melakukan penelitian awal atas informasi itu dan meminta FBPI memberikan laporan resmi dilengkapi dengan datanya. “Pernyataan sikap FBPI ini akan diteruskan ke pimpinan,” tuturnya.

Menyikapi hal itu, massa FBPI berjanji akan kembali ke Kejati Sumut dengan data-data adanya dugaan korupsi di Dinas TPH Sumut tersebut. Massa kemudian secara tertib meninggalkan arena demo. (Nikson Sinaga)

 

You might also like