PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Cara Pesantren Hadapi Kluster Penyebaran Covid-19

Hampir setahun pandemi Covid-19 melanda dunia, penyebarannya masih terus merajalela. Berbagai kalangan dan berbagai sektor kehidupan masyarakat terpapar.

Pekan ini, sebuah pesantren di Indramayu, Jawa Barat dinyatakan sebagai kluster baru penyebaran Covid-19. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Boni Koswara.

“Sebuah pesantren di wilayah Indramayu Barat terkonfirmasi positif sebanyak 28 orang. Kami memberikan advise untuk proses belajar tatap muka diberhentikan, melakukan pemantauan terhadap kesehatan yang terkonfirmasi, dan memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” kata Deden Boni Koswara, Kamis (26/11/2020).

Dia juga meminta pengurus untuk lebih menggalakkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes). Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer. Begitu pula perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkap Deden.

Mendapat kabar tersebut, NU Online Jabar segera bergerak ke pesantren tersebut. Agar tidak menimbulkan kepanikan serta stigma buruk, pihak pesantren berkeberatan untuk dipublikasikan nama lembaganya. Namun mereka memastikan terus berupaya dengan sekuat tenaga agar para santri dan tenaga pengajar yang terkonfirmasi positif Covid-19, segera tertangani dengan baik serta bisa segera sembuh.

“Awalnya kami berharap agar para santri dan tenaga pengajar yang positif tersebut, segera dirujuk ke rumah sakit pemerintah. Namun beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 tidak siap. Ruangan dan tempat tidurnya sudah penuh. Sambil menunggu kesiapan pemerintah, maka kami sepakati bersama GTPP Covid-19 Indramayu, untuk dilakukan isolasi mandiri di pesantren,” ungkap seorang pengurus pesantren yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Berbagai upaya saat ini tengah dilakukan pihak pesantren, bekerjasama dengan GTPP Covid-19 Indramayu dan Puskesmas terdekat. Pesantren ini telah melakukan pemisahan terhadap santri yang positif dengan para santri yang sehat.

Selain melakukan isolasi mandiri dengan menggunakan ruangan khusus yang terpisah dengan santri yang masih sehat, pihak pesantren juga langsung melakukan rapat dengan para wali santri. Untuk mengatasi pandemi ini, mereka juga mengambil kesepakatan bersama untuk membantu penanganan di pesantren.

“Orang tua wali santri tentu saja kaget dan panik. Namun setelah kami undang rapat dan diberikan penjelasan secara gamblang, ahirnya mereka tenang,” imbuhnya.

Sekarang, lanjutnya, yang terpenting bagi kita adalah bagaimana melakukan upaya penanganan cepat. “Di antaranya dengan melakukan test-swab lanjutan terhadap seluruh santri, tenaga pengajar, dan yang terkait dengan pesantren ini,” tutur pengurus pesantren itu.

Sementara untuk membantu pesantren, saat ini Puskesmas dan warga masyarakat sekitar pesantren bahu membahu berpartisipasi. Mereka membantu menyiapkan kebutuhan santri yang sedang melakukan isolasi mandiri tersebut.

“Semua kegiatan rutin seperti sekolah dan mengaji sudah dihentikan. Santri beribadah di bilik masing-masing dan tidak diperkenankan keluar hingga 14 hari ke depan,” jelas pengurus pesantren itu.

Dalam hal penanganan menghadapi Covid-19 ini, pihak pesantren yang terdampak mengharapkan Pemerintah Kabupaten Indramayu pro-aktif memberikan bantuan logistik. Lantaran pesantren dalam kondisi lockdown.

“Hasil swab yang tidak begitu cepat dan dilaporkan secara bertahap, juga harus menjadi antisipasi tersendiri bagi kami. Agar tidak terjadi penyebaran yang lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Pihak pesantren optimis para santri yang positif dapat pulih kembali. Karena rata-rata yang dinyatakan terinveksi virus korona itu tidak menunjukkan gejala (OTG).

“InsyaAllah semuanya akan baik-baik saja. Yang terpenting adalah kita bekerja cepat dengan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kami berdoa semoga dalam waktu cepat, semua yang positif akan kembali negatif dan sehat seperti sediakala,” pungkasnya.***

You might also like