Wakil Rakyat Arteria Dahlan Tebar Isu Pergantian Jaksa Agung, PPP Beri Respon

Sekjen PPP, Arsul Sani meyakini, belum ada rencana reshuffle kabinet. Hal itu diutarakannya, menyusul isu curriculum vitae (CV) calon pengganti Jaksa Agung (JA) Sanitiar Burhanuddin beredar di Sekretariat Negara (Setneg).

“Kita berpegang pada apa yang sudah dikemukakan oleh Presiden maupun Mensesneg, yakni belum akan ada reshuffle kabinet,” kata Arsul, Kamis (1/10/2020).

Diketahui, isu calon pengganti Jaksa Agung (JA) pertama kali diembuskan Politikus PDIP di Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.

Arsul sendiri mengungkapkan, posisi jaksa agung sendiri masuk dalam kabinet Jokowi, sehingga tidak mungkin dirinya tidak mengetahui bila ada reshuffle.

“Nah ini artinya karena JA itu juga anggota kabinet, bisa dimaknai bahwa belum ada rencana penggantian JA,” ujarnya.

“Kalau soal CV beredar di lingkungan Istana itu hal yang biasa terjadi dari zaman dulu, terlebih-lebih begitu ada isu reshuffle anggota kabinet,” tukasnya.

Anggota Komisi III F-PDIP Arteria Dahlan meminta kepolisian berhati-hati dalam mengungkap kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung Arteria menyebut CV pengganti Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin sudah beredar di Sekretariat Negara (Setneg) buntut perkara ini.

Hal itu disampaikan Arteria dalam rapat Komisi III bersama Kapolri, Rabu (30/9/2020). Arteria menegaskan Polri perlu cermat dalam penanganan kasus kebakaran ini.

“Kebakaran Kejaksaan Agung, saya mohon betul Polri hati-hati bersikap dan ber-statement. ‘Ini tidak terbakar, tapi dibakar’. Siapa pembakarnya, Pak? Ini isu sensitif. Makanya saya mohon kepada ketua tim itu juga bisa lebih hati-hati lagi dan cermat,” kata Arteria.

Arteria khawatir ada yang menunggangi kasus kebakaran gedung utama Kejagung ini. Bahkan, menurutnya, CV pengganti Jaksa Agung saat ini sudah beredar di Setneg.

“Saya minta betul. Jangan sampai kejadian ini ditunggangi. Sekarang ini CV-nya calon Jaksa Agung yang mau gantiin Jaksa Agung sudah beredar di Setneg, Pak, hanya karena isu-isu yang seperti itu, Pak,” ungkap Arteria.

Kapolri Jenderal Idham Azis, yang hadir secara virtual, tak menjawab secara gamblang soal isu yang dilemparkan Arteria. Idham hanya mengatakan kasus kebakaran itu dipercayakannya kepada Bareskrim Polri.

“Tentang masalah penanganan Djoko Tjandra, penanganan kebakaran, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Bapak Kabareskrim untuk tegak lurus. Ini bukan masalah tentang Idham, ini masalah tentang institusi,” ujar Idham.

“Jadi institusi ini kita boleh datang dari mana saja, dan kita juga boleh pergi dari mana saja, tapi ketika kita bicara institusi, seluruh 440 ribu polisi ini wajib menjaga panji-panji Tribata, itu komitmen saya, Pak,” tegasnya.

You might also like