Tersangka Baru Kasus Pembobolan Bank BRI Pangkalpinang

Pangkal Pinang. Forumkeadilan.com. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dikabarkan telah menetapkan tersangka baru dalam kasus pembobolan Bank BRI Cabang Pangkalpinang dan Cabang pembantu Depati Amir berupa pemberian fasilitas kredit kepada 41 Debitur dengan plafon Rp 40 Miliar Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2019.

Demikian informasi yang beredar di kalangan wartawan dari sumber  yang dapat dipercaya. Sumber di Kejati Babel ini menyebutkan jika pihak Kejati Babel kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus Bank BRI. Tersangka baru ini bahkan lebih dari satu orang.

” Yang pastinya sudah ada tersangka baru kasus Bank BRI. Tersangka yang sudah ditetapkan itu lebih dari satu orang berasal dari internal Bank BRI dan Debitor,” sebut sumber dari internal  Kejati Babel, Senin (28/9/20).

Lantas siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus Bank BRI? Sumber justru meminta wartawan untuk menanyakan langsung hal tersebut ke Penkum Kejati Babel.

” Detailnya tanya Kasi Penkum sebab informasi dan data- data lainnya setahu saya sudah diserahkan semuanya ke Kasi Penkum misalnya apa saja yang sudah disita, berapa kerugian negara dan lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel Basuki Rahardjo malah menepis soal adanya informasi yang menyebutkan jika pihaknya telah menetapkan beberapa orang tersangka baru kasus Bank BRI Pangkalpinang.

Basuki berkilah jika saat ini penyidik masih terus bekerja guna mencari calon tersangka lainnya.

” Kasus Bank BRI Pangkalpinang belum ada penetapan tersangka baru, kalau calon tersangka iya sudah ada namun belum sampai pada penetapan tersangka,” terang Basuki saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa 29/9/20

Sebelumnya Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel) akhirnya menahan 2 (dua) tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian fasilitas kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pangkalpinang.

Kedua tersangka yakni Sgt alias Aloi dan Des oleh pihak Jaksa Kejati Babel setelah menjalani pemeriksaan di bagian Pidsus Kejati langsung dibawa ke Mapolda Kep. Babel untuk dititipkan di sel tahanan, Rabu (23/7/20).

Kasi Penkum Kejati Babel Basuki Raharjo kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa keduanya dititipkan di ruang tahanan Mapolda Babel lantaran kondisi pandemi covid 19. Basuki mengatakan sejauh ini keduanya bersikap kooperatif, termasuk proses penahanan keduanya.

“Hari ini resmi menahan dua orang tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas kredit Bank BRI Cabang Pangkalpinang. Keduanya kita titipkan dulu di sel tahanan Polda Babel, mengingat kondisi pandemi covid 19 ini. Sejauh ini keduanya bersikap kooperatif dalam proses hukumnya, termasuk saat kita akan melakukan penahanan,” terang Basuki Rahardjo kepada sejumlah wartawan di Mapolda Babel.

Lantas, apakah perkara kasus dugaan korupsi ini akan menyeret nama nama lainnya selain dua tersangka tersebut?Dikatakan Basuki jika pihak Kejati masih melihat perkembangan dalam proses berjalannya perkara ini, termasuk pada proses persidangan nanti.

Diketahui, perkara ini mencuat setelah adanya temuan kongkalikong antara Sgt alias Aloi selaku Debitur dan Des selaku akunting BRI memuluskan segala proses pemberian kredit kepada para debitur. Kemudahan ini sendiri dimuluskan atas nama Sgt alias Aloi, dengan nilai jaminan tidak sesuai dengan nilai kredit yang diberikan. Kasus ini resmi naik ke tahap penyidikan setelah dirilis oleh Kajati Babel kala itu, Ranu Miharja.

Dan setelah naik ke penyidikan, penyeidik pun menetapkan sebagai Sgt alias Aloy dan Des sebagai tersangka.

Sgt alias Aloy dan Des keduanya diduga menyebabkan kerugian negara atas pemberian fasilitas kredit kepada 41 debitur dengan plafon Rp 39.975.000.000.

Sgt alias Aloi selaku debitur berkolaborasi dengan Des selaku accounting officer di kantor cabang BRI Pangkalpinang dan kantor cabang pembantu Depati Amir Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2019. (ROM)

You might also like