PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Luhut Instruksikan Genjot Tol Laut, Dirut KCN: Efisiensi Pangkas Biaya Logistik 25 Persen dari PDB

 

Jakarta; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Program Tol Laut memerlukan sinergi yang kuat antara semua pemangku pemangku kepentingan, baik di pusat, maupun daerah.

“Memang perlu koordinasi, semisal jadwal kapal yang harus semua pihak ketahui. Jadi lebih tahu dari awal, agar barang yang diangkut itu bisa efisien, jadwal kapal itu bisa diberikan dengan jelas. Agar Kemenhub buat jadwal yang fix,” Ungkap Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Kelembagaan Tol Laut dan Sislognas yang digelar secara virtual, dikutip Kamis (1/10).

Dalam kesempatan tersebut Luhut pun memerintahkan Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi Ayodhia GL Kalake atau yang biasa disapa Odi untuk mengawal program tersebut dan mengupayakan tol laut masuk dalam Ekosistem Logistik Nasional (NLE). Ia berharap ke depan akan ada tim terpadu lintas kementerian/lembaga untuk mengawal program itu.

“Saya minta seminggu dari sekarang, Pak Odi agar bisa mengatur pertemuan untuk mengetahui perkembangan dan tindak lanjutnya,” Tegasnya.

Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan melakukan sejumlah langkah termasuk pengembangan trayek hingga digitalisasi.

“Semisal dengan pengembangan trayek dengan pola hub dan spoke, melibatkan peran serta pelayaran nasional swasta, pengontrolan pembiayaan THC, melengkapi fasilitas bongkar muat di pelabuhan singgah T3P, perbaikan performa kapal dalam hal operasional dan pemeliharaan, dan pengembangan dan perbaikan sistem digitalisasi,” jelas Menhub.

Terkait dengan jadwal dan tata kelola yang lebih baik, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Ditjen Hubla Kemenhub) telah menyiapkan platform digital Logistic Communication System (LCS) yang akan memudahkan purchase order dan consignee serta jadwal kapal.

Berdasarkan data per 15 September 2020 tercatat sebanyak 30 trayek tol laut, 100 pelabuhan singgah (terbaru Pelabuhan Galela di Maluku Utara), total muatan berangkat sebesar 8.708 TEUS dan total muatan balik sebesar 2.552 TEUS. Ada pun jumlah armada sebanyak 25 kapal, penugasan kepada PT Pelni, ASDP dan Djakarta Lloyd.

Lihut Panjaitan

Pangkas Biaya Logistik

Menyoroti program Tol Laut, Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN), Widodo Setiadi, berpendapat program itu dapat menurunkan biaya logistik yang saat ini berkisar 25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Program Tol Laut sangat baik. Kalau lihat programnya Pak Jokowi, itu mendukung bagaimana biaya logistik bisa diturunkan. Dari sisi pengusaha, salah satu cara program Tol Laut bagaimana sarana termasuk operator yang meng-handle bisa ditingkatkan. Terutama di daerah terpencil,” Tutur Widodo kepada FORUM

Dirut KCN Widodo Setiadi

Widodo juga menekankan penurunan biaya logistik juga harus didukung dengan kawasan industri, yang dilengkapi fasilitas seperti pelabuhan. “Dengan begitu, biaya transportasi dari kawasan industri ke pelabuhan tidak hanya ditekan, melainkan dihilangkan”, imbuhnya

Dirut PT KCN tersebut mencontohkan Kalau di luar negeri, kawasan industri pasti punya pelabuhan. Kalau kita memang logistik darat masih menjadi pegangan paling besar. Artinya, pelan-pelan pemerintah harus menghitung dan mengubah, supaya beban di jalan tidak terlalu berat dan biaya logistik turun,” Tutupnya. (rid)

You might also like