Kejatisu Usut Dugaan Rasuah Proyek Jalan Silangit-Muara di BBPJN II Sumut

Dugaan korupsi kembali menghampiri Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Sumatera Utara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kali ini, dugaan korupsi pekerjaan pembangunan Jalan Silangit-Muara anggaran 2019 senilai Rp 15.601.242.000,-.

Kabarnya, dugaan rasuah pembangunan Jalan Silangit-Muara tersebut sedang diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara. Kepala BBPJN II Ir Selamat Rasidi MSC dan PPK Irganda Siburian dilaporkan sempat mendatangi ke Kejatisu diduga terkait penanganan dugaan kasus itu. “Mereka (Selamat Rasidi-red) datang ke Kejatisu diduga terkait kasus itu,” kata sumber.

Pekerjaan pembangunan Jalan Silangit – Muara, Tapanuli Utara, disebut-sebut dikerjakan PT DML. Proyek ini diusut karena diduga antara lain pekerjaannya kurang volume. Padahal, pembangunan jalan tersebut merupakan program pemerintah pusat dalam upaya mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba.

Sebelumnya Plt Kasipenkum Kejatisu Karya Graham membenarkan tim Pidsus Kejatisu sedang menyelidikinya. Namun, Karya tidak menjawab kedatangan Kepala BBPJN II Ir Selamat Rasidi MSC dan PPK Irganda Siburian datang ke Kejatisu terkait penanganan dugaan kasus itu. “Masih dalam proses penyelidikan pak,” jawab Karya Graham singkat.

Kepala BBPJN II Sumut, Ir Selamat Rasidi MSC dikonfirmasi melalui WhatshApp membantah adanya kekurangan volume. Tetapi dia tidak menjawab terkait informasi kedatangannya ke Kejatisu. “Tidak ada kekurangan volume,” jawab Selamat.

Sementara, PPK Irganda Siburian yang disebut sudah pindah tugas ke Riau dikontak  melalui handphone dan WhatshApp, tetap tidak merespon.

Di lain pihak, Ketua DPD Gerakan Rakyat Anti Korupsi, Hendra P Hutagalung meminta agar Kejatisu serius menangangani kasus dugaan korupsi di BBPJN II. “Seriuslah menanganinya. Jangan hanya memeriksa saja, kemudian kelanjutannya masyarakat tidak tahu. Nanti jadi timbul kecurigaan akibat tidak serius menanganinya. Setahu kami ada beberapa instansi/pihak yang dipanggil pihak Kejatisu atas dugaan korupsi, tapi kelanjutannya tidak terdengar lagi,” sebut Hendra P Hutagalung, Senin kemarin.

(Nikson Sinaga)

You might also like