Kabur Saat Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja, Mobil Abulans Ditembak Gas Air Mata

Sebuah video beredar dunia maya dan media sosial mobil ambulans berjalan mundur ke belakang dan dikejar polisi. Video berdurasi 23 detik diduga terjadi saat demonstrasi organisasi masyarakat menolak UU Cipta Kerja, Selasa (13/10).

Akun twitter @dektampu membagikan video tersebut berikut dengan narasinya. “Brutal !!!!! Sampai ambulance membawa pasien pun jadi target tembakan secara terang2an dan terbuka….. parahhhh,”

Dalam video tersebut diperlihatkan ada dua ambulans di tengah kerumunan. Hanya saja ambulans yang dibelakang mundur namun dikejar polisi dan ditembaki dengan gas air mata.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait alasan polisi menembaki mobil ambulans dengan gas air mata. Begitu juga dengan keterangan dari pihak korban dan yayasan pemilik ambulans.

Terkait kabar tenaga kesehatan dibawa ke Polsek Tebet, hal tersebut dibantah Kapolsek Kompol Budi Cahyono. Saat dikonfirmasi kepada Polsek Tebet, disebutkan kasus itu tidak ditangani di polsek tersebut.

“Cikini Raya masuk Menteng. Saya tidak monitor,” kata Kapolsek Tebet Kompol Budi Cahyono.

Ambulans yang ditahan polisi

Telah Diamankan

Mobil ambulans tersebut beserta tiga orang didalamnya kini telah diamanakan di Polda Metro Jaya.

“Betul diamanakan ke polda tiga orang,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2020).

Heru mengklaim penyerangan dan penangkapan tersebut dilakukan lantaran mobil ambulans tersebut berusaha kabur saat aparat kepolisian hendak memberhentikannya.

“Diberhentikan petugas malah tancap gas, bahkan mau nabrak anggota. Sehingga menimbulkan kecurigaan petugas,” katanya.

Polda Metro Jaya mengungkap kronologi penembakan sebuah ambulans oleh aparat kepolisian dengan gas air mata. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya kejadian bermula saat petugas memeriksa sekelompok demonstran. Ada tiga kelompok yang saat itu diperiksa petugas, yakni para pesepeda motor, ambulans dengan muatan dua orang, dan ambulans yang melarikan diri. “Rangkaian ketiga satu ambulans yang saat diberhentikan mencoba melarikan diri dengan mundur, nyaris menabrak petugas”, ungkap Yusri saat memberikan keterangan pers (14/10). Dari rekaman video, terlihat sebuah ambulans berusaha menghindar dari kejaran polisi. Tak hanya itu, untuk menghentikan ambulans, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah ambulans tersebut, saat mau kabur. Saat ambulans tersebut kabur, satu orang meloncat dari dalam mobil keluar. “Ada satu penumpangnya yang loncat dari ambulans tersebut, ini masih kita dalami”, ungkapnya. Polisi mengaku heran akan aksi tersebut. Yusri menduga, ambulans tersebut digunakan untuk mengangkut logistik dan batu bagi para demonstran. “Ada dugaan bahwa amabulan tersebut bukan untuk kesehatan, tapi untuk mengirimkan logistik dan indikasi batu untuk para pendemo, ini keterangan dari salah satu yang berhasil kami tangkap”, ungkapnya.

You might also like