PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Bangunan Milik Oknum Ketua DPRD Asahan Diduga Tanpa IMB

Bangunan ruko tiga pintu di kawasan Jalan Kartini Kota Kisaran, diduga tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bangunan yang disebut-sebut milik Ketua DPRD Asahan itu, ditengarai melanggar Peraturan Daerah nomor 14 tahun 2014 tentang perizinan tertentu. Soalnya, di lokasi bangunan tidak terdapat plank yang diterbitkan Dinas Perizinan Pemkab Asahan.

“Ini jelas melanggar Perda. Kemana Dinas Perizinan dan Satpol PP? Mengapa mereka diam? Padahal sudah tiga minggu bangunan tersebut berjalan, apa mungkin mereka gak tau? Atau karena bangunan ini milik anggota DPRD Asahan? Jangan mereka berani hanya kepada rakyat kecil, tapi kepada oknum pejabat mereka diam,” ujar Rasyid, salah seorang warga Asahan.

Disebutkannya, setiap warga negara harus patuh pada pada peraturan yang berlaku, baik itu undang undang maupun peraturan daerah yang telah diundangkan, terlebih lagi oknum pejabat daerah yang lebih paham tentang peraturan.

Staf Satpol PP Kabupaten Asahan saat dikonfirmasi mengaku sampai saat ini belum tahu tentang persoalan bangunan tanpa surat ijin mendirikan bangunan itu. Apalagi bangunan tersebut milik oknum anggota dewan yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Asahan. “Persoalan ini akan saya sampaikan kepada pimpinan, dan ini akan segera kami tindak lanjuti, karena saat ini saya sedang sakit,” ujar Indri, salah seorang pegawai di lingkungan Satpol PP Asahan.

Begitu juga halnya dengan Dinas Perizinan. Melalui stafnya, Ipong mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui tentang bangunan liar tanpa izin yang disinyalir milik oknum Ketua DPRD Asahan. ”Kami belum tau tentang persoalan itu. Nanti kami akan crosscheck kebenarannya,” ujar Ipong singkat.

Salah seorang warga sekitar saat ditanya tentang bangunan tersebut membenarkan bahwa bangunan itu memang milik BH, oknum Ketua DPRD Asahan. Terkait persoalan IMB ataupun mengenai ukuran bangunan tersebut, pemilik bangunan dicurigai sama sekali tidak pernah berkonsultasi dengan pihak Kepling setempat. “Biasalah, orang yang berkuasa, mana mungkin pihak Pemkab Asahan berani menindaknya. Tapi kalau orang kecil, langsung para Satpol PP turun ke lapangan,” ujar warga sembari berlalu. (tim)

You might also like